Aku tak berkata apa-apa. Hanya melanjutkan langkah. Tapi dalam hati, aku berbisik:
Kau lihat, Tuhan?
Begitu mudah manusia bermain jadi hakim, padahal mereka hanya ingin menutupi dosa mereka sendiri dengan mengutuk dosa orang lain.
Manusia seperti Pak Toni bukan langka.
Mereka ada di mana-mana.
Mereka yang menyebut kami kotor, hanya karena takut bercermin dan menemukan lumpur yang sama di wajah mereka sendiri.
Aku tak dendam. Tak juga ingin membalas. Aku hanya muak.
Jalan Pulang yang Penuh Nyinyir Dunia
Aku lanjutkan perjalananku.