Siang hari telah menyambut, dengan panas yang begitu menusuk,
menyusup ke dalam kulit seperti dendam lama yang enggan reda.
Namun langkahku untuk pulang mendadak terhalang.
Bukan karena lelah, bukan pula karena ragu… tapi karena jerit dan teriak yang meledak di depan gang.
Para wanita malam itu, para ibu dan kakak yang selama ini jadi keluarga bagiku,
kini sedang dihadang oleh barisan tangan hukum.
Mereka sibuk memasang spanduk—besar, mencolok, dan menyakitkan.
"TEMPAT INI AKAN DIBONGKAR."
"SANGKAR DOSA YANG MERUSAK MORAL BANGSA."
"BERSIHKAN KOTA DARI PERUSAK AKHLAK."