Anak Diujung Pelukan

Temu Sunyi
Chapter #17

Harapan yang Tak Bertuan


Mereka mencoba… sungguh mencoba. Meminta tolong dengan suara serak.

Menatap dengan mata yang memohon.

Bahkan ada yang menangis, menggenggam tangan lelaki yang dulu selalu datang tiap malam.

"Bantu kami, mas.

Kalau tempat ini dihancurkan, kami tinggal di mana?"

Tapi semua diam. Mata mereka kosong. Mereka hanya ingin satu hal:

sesaat bahagia. Tak ada yang ingin berdiri di belakang mereka.

Tak ada yang ingin suara lantangnya digunakan untuk membela pelacur, meski pelacur itu yang selalu mereka cari di malam sunyi.

Harapan itu pun akhirnya berakhir jadi debu, beterbangan tanpa arah. Tak bertuan. Tak bersambut.

Dan kami… tetap jadi mereka yang berdosa di mata semua, bahkan saat kami hanya ingin tempat untuk pulang.


Anak Kecil di Tengah Kobaran


Aku duduk di pojok, memperhatikan semua dari balik tembok.

Masih memegang buku pelajaran yang kubawa dari sekolah.

Lihat selengkapnya