Anak Diujung Pelukan

Temu Sunyi
Chapter #18

Parade Kuasa


Hari yang kami takuti pun tiba, seperti vonis mati yang telah lama dijadwalkan namun tetap menyesakkan saat ia benar-benar datang.

Jalanan yang biasanya lengang di siang hari, kini penuh sesak oleh manusia berseragam,

wajah-wajah pemangku kuasa berdiri berjejer seolah barisan dewa-dewa murka yang turun menegakkan kebenaran versi mereka sendiri.

Alat-alat berat berdiri tegak, angkuh, seakan menantang langit:

mereka siap menghantam, menghancurkan, mengubur hidup-hidup sisa-sisa harapan kami.

Di balik garis pembatas, wajah-wajah malaikat palsu menonton. Mereka bukan bagian dari kami, namun sangat ingin ada di sini.

Mereka memegang ponsel, merekam, memotret, mengabadikan tragedi orang lain untuk koleksi kenikmatan singkat.

Mereka adalah penyaksi—atau lebih tepatnya—penikmat. Penikmat tangis kami, penikmat kehancuran orang lain.

Lihat selengkapnya