Anak Diujung Pelukan

Temu Sunyi
Chapter #19

Tawa di Balik Hancurnya Hidup


Saat alat berat mulai bergerak, terdengar suara tawa. Bukan dari kami, tapi dari para penonton. Tawa puas. Tawa kemenangan.

"Sarang iblis dibersihkan!" mungkin itu akan menjadi judul berita. Foto-foto wajah kami akan tersebar. Mereka akan menulis: "Pembersihan moral berhasil!"

Tapi apa benar kami sejahat itu? Apa benar kami pantas diperlakukan seperti sampah?

Ibu memelukku erat di tengah reruntuhan. Matanya kosong. Mulutnya tak sanggup lagi mengucap doa.

Mereka bilang tempat ini kotor. Tapi mereka tidak tahu bahwa di tempat yang mereka benci inilah aku belajar jujur, bertahan, dan mencintai tanpa syarat.


Lihat selengkapnya