Anak Gandhok

Erna Surya
Chapter #37

Dua Anak Perempuan

Lasmi

Sekar lahir lebih dulu. Ratri menyusul tujuh bulan kemudian. Sejak awal, hidup mereka seperti dua mata air yang mengalir dari lereng yang sama. Berdekatan. Tak pernah benar-benar terpisah. Hari-hari di rumah itu berubah mengikuti tangis bayi. Pagi dimulai dengan suara Sekar. Siang disambut tangis Ratri. Malam sering kali diisi keduanya bergantian.

Rumah yang selama ini dipenuhi suara orang dewasa, kini belajar mendengarkan napas dua anak perempuan. Namun tubuh Nyai belum sepenuhnya pulih. Air susunya hanya keluar sedikit. Sekar sering menangis lama di pangkuannya. Nyai berusaha bertahan. Ramuan diminum. Daun-daunan ditempelkan. Pijatan dilakukan hampir setiap hari. Tetapi tubuh perempuan kadang memiliki kehendaknya sendiri.

Suatu sore, ketika tangis Sekar tak juga reda, Simbok Darmi menghampiriku.

"Lasmi."

Aku mengangkat kepala.

"Coba gendong Ndara Sekar."

Aku ragu.

Lihat selengkapnya