Anak Ke Empat Dari 11 Bersodara

Rana Kurniawan
Chapter #4

Sore di Balik Keramaian

Sore hari selalu menjadi waktu paling ramai di rumah kami.

Matahari mulai turun, angin terasa lebih sejuk, dan satu per satu anggota keluarga berkumpul kembali setelah menjalani aktivitas masing-masing.

Aku duduk di depan rumah bersama Ridwan. Ia sedang bermain dengan benda seadanya, sementara aku hanya memperhatikannya.

“Ka Rana, lihat ini!” katanya dengan wajah penuh semangat.

Aku tersenyum kecil.

“Iya, bagus.”

Ridwan tertawa senang, seolah pujianku adalah hal besar baginya.

Di dalam rumah, suara kakak-kakakku mulai terdengar. Sadiah memanggil adik-adik, Martani bercanda dengan Rina dan Rini, sementara Suryati membantu ibu di dapur.

Rumah kami kembali hidup.

Seperti biasa.

Tak lama kemudian, ayah pulang.

Suara langkahnya terdengar dari depan rumah. Aku langsung berdiri.

“Ayah sudah pulang,” kataku.

Ridwan langsung berlari kecil menghampiri.

“Ayah!” serunya.

Ayah tersenyum tipis, lalu mengusap kepala Ridwan.

Aku memperhatikan wajah ayah. Terlihat lelah, tapi beliau tetap berusaha tersenyum di depan kami.

“Gimana di rumah?” tanya ayah kepadaku.

“Baik, Yah,” jawabku singkat.

Ayah mengangguk, lalu masuk ke dalam rumah.

Kami semua berkumpul saat makan malam.

Seperti biasa, suasana penuh dengan suara. Ada yang bercerita, ada yang bercanda, bahkan ada yang saling mengejek kecil.

Namun di balik itu semua, aku mulai memperhatikan sesuatu.

Ibu terlihat lebih lelah dari biasanya.

Gerakannya lebih pelan. Wajahnya tidak secerah biasanya.

Lihat selengkapnya