Anak Ke Empat Dari 11 Bersodara

Rana Kurniawan
Chapter #5

Janji Dalam Diam

Pagi itu aku bangun lebih awal dari biasanya.

Belum ada suara ibu memanggil, belum ada suara piring dari dapur. Rumah masih terasa sunyi, hanya terdengar suara ayam dari kejauhan dan angin pagi yang pelan masuk dari celah jendela.

Aku duduk perlahan di tempat tidur.

Entah kenapa, kata-kata yang kupikirkan semalam masih teringat jelas di kepalaku.

Aku harus berubah.

Tanpa menunggu lama, aku langsung bangkit dan berjalan ke dapur.

Ibu terlihat sedikit terkejut saat melihatku.

“Rana? Tumben sudah bangun,” katanya.

Aku tersenyum kecil.

“Mau bantu, Bu.”

Ibu menatapku beberapa detik, seolah memastikan aku tidak bercanda.

“Ya sudah… tolong ambilkan air dulu,” ucapnya.

“Iya, Bu.”

Aku langsung mengambil ember dan pergi ke sumur.

Udara pagi terasa dingin, tapi entah kenapa aku merasa lebih ringan.

Untuk pertama kalinya, aku melakukan ini bukan karena disuruh.

Tapi karena aku ingin.

Setelah selesai, aku kembali ke dapur. Ibu sedang memasak, dan aku mulai membantu sebisaku.

Tak lama, kakakku Sadiah masuk.

“Eh, Rana sudah di sini?” katanya heran.

Aku hanya tersenyum.

“Iya.”

Sadiah ikut tersenyum kecil.

“Bagus, bantu ibu.”

Aku mengangguk.

Satu per satu anggota keluarga mulai bangun.

Seperti biasa, suasana kembali ramai.

Rina dan Rini mulai bercanda, Mira dan Risa masih setengah mengantuk, dan Ridwan keluar dari kamar sambil mengucek mata.

Namun hari itu terasa berbeda bagiku.

Lihat selengkapnya