Anak Ke Empat Dari 11 Bersodara

Rana Kurniawan
Chapter #6

Hari yang Tidak Mudah

Pagi itu dimulai seperti biasa.

Aku bangun lebih awal, membantu ibu di dapur, lalu membangunkan Ridwan. Semua terasa berjalan seperti hari-hari sebelumnya.

Namun entah kenapa, suasana hari itu terasa sedikit berbeda.

Ayah belum juga keluar dari kamar.

Biasanya, beliau sudah siap berangkat kerja saat matahari mulai naik. Tapi kali ini, pintu kamar masih tertutup.

Aku saling pandang dengan ibu.

“Ibu, ayah belum keluar?” tanyaku.

Ibu menggeleng pelan.

“Dari tadi belum,” jawabnya.

Aku mendekati kamar ayah dan mengetuk pelan.

“Yah…?”

Tidak ada jawaban.

Aku membuka pintu perlahan.

Ayah masih berbaring.

Wajahnya terlihat lemah, tidak seperti biasanya.

“Yah, sakit?” tanyaku khawatir.

Ayah membuka mata perlahan.

“Cuma pusing sedikit,” jawabnya pelan.

Aku langsung menoleh ke ibu.

“Ibu…”

Ibu segera masuk ke kamar. Wajahnya berubah cemas.

Hari itu, ayah tidak berangkat kerja.

Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, aku melihat ayah tetap di rumah saat pagi hari.

Suasana rumah terasa berbeda.

Biasanya ayah pergi bekerja, dan kami menjalani hari seperti biasa.

Tapi sekarang…

Ada rasa khawatir yang tidak bisa dijelaskan.

Ibu terlihat lebih sibuk dari biasanya.

Selain mengurus rumah dan adik-adik, ia juga harus menjaga ayah.

Aku melihat itu semua.

Dan tanpa perlu disuruh, aku langsung mengambil peran.

Aku membantu menyapu halaman.

Aku mengambil air.

Aku juga menjaga adik-adik agar tidak terlalu ribut.

Lihat selengkapnya