Anak Ke Empat Dari 11 Bersodara

Rana Kurniawan
Chapter #7

Langkah Kecil

Pagi itu aku bangun dengan perasaan yang berbeda.

Semalam aku hampir tidak bisa tidur. Pikiran tentang ayah terus terbayang di kepalaku. Aku takut melihat beliau sakit lagi, takut jika sesuatu yang lebih buruk terjadi.

Aku langsung bangun dan menuju kamar ayah.

Pelan-pelan aku membuka pintu.

Ayah masih berbaring, tapi kali ini wajahnya terlihat sedikit lebih baik.

“Ibu bilang ayah sudah agak mendingan,” terdengar suara ibu dari belakangku.

Aku menoleh.

“Iya, Bu?” tanyaku.

Ibu mengangguk.

“Alhamdulillah, tapi masih harus istirahat.”

Aku menghela napas lega.

Setidaknya hari ini sedikit lebih baik dari kemarin.

Seperti biasa, aku membantu ibu di dapur. Namun hari itu aku melakukannya dengan lebih cepat dan lebih serius.

Aku tidak ingin ibu terlalu lelah.

“Rana, kamu sekarang beda ya,” kata ibu tiba-tiba.

Aku menoleh.

“Beda gimana, Bu?”

“Lebih sigap,” jawab ibu sambil tersenyum.

Aku hanya tersenyum kecil.

Di dalam hati, aku tahu kenapa aku berubah.

Karena keadaan… memaksaku untuk berubah.

Setelah semua pekerjaan pagi selesai, aku duduk di depan rumah.

Aku melihat jalan yang biasa kulihat setiap hari.

Tapi kali ini pikiranku tidak kosong.

Aku sedang berpikir.

Jika suatu hari ayah tidak bisa bekerja…

Jika ibu kelelahan…

Apa yang bisa aku lakukan?

Lihat selengkapnya