Pagi itu aku bangun dengan satu pikiran yang terus berputar di kepalaku.
Aku harus mulai mencari cara.
Bukan hanya membantu di rumah, tapi benar-benar melakukan sesuatu yang bisa membantu keluarga.
Aku duduk sebentar di depan rumah, memandang jalan yang mulai ramai oleh orang-orang yang beraktivitas.
Untuk pertama kalinya, aku tidak hanya melihat…
Aku memperhatikan.
Apa yang bisa aku lakukan?
Setelah membantu ibu seperti biasa, aku memutuskan untuk berjalan keluar rumah.
“Ibu, aku keluar sebentar,” kataku.
“Mau ke mana?” tanya ibu.
“Sebentar saja, Bu. Lihat-lihat sekitar.”
Ibu menatapku sebentar, lalu mengangguk.
“Hati-hati.”
“Iya, Bu.”
Aku berjalan menyusuri jalan kampung.
Udara pagi masih terasa segar. Beberapa orang terlihat sibuk dengan pekerjaan mereka.
Ada yang berjualan, ada yang mengangkat barang, ada juga yang hanya duduk di warung.
Aku memperhatikan semuanya.
Aku mencoba mencari sesuatu…
Peluang.
Tak lama, aku melihat seorang bapak yang sedang kesulitan mengangkat barang dari sebuah gerobak.
Tanpa berpikir panjang, aku langsung mendekat.
“Pak, sini saya bantu,” kataku.
Bapak itu menoleh.
“Kamu kuat?” tanyanya ragu.
Aku mengangguk.
“Coba saja, Pak.”
Aku membantu mengangkat beberapa barang ke dalam rumahnya. Tidak mudah, tapi aku berusaha sekuat tenaga.
Setelah selesai, bapak itu tersenyum.
“Terima kasih, ya.”
Aku mengangguk.
“Iya, Pak.”
Ia merogoh sakunya, lalu memberikan beberapa uang kepadaku.
“Ini buat kamu.”