Sejak hari itu, aku mulai sering keluar rumah.
Bukan untuk bermain seperti biasanya…
tapi untuk mencari sesuatu yang bisa aku kerjakan.
Pagi hari tetap sama. Aku bangun lebih awal, membantu ibu, lalu memastikan adik-adikku sudah bangun.
Namun setelah itu, aku tidak lagi hanya duduk diam.
Aku berjalan keluar… mencari kesempatan.
Hari itu aku kembali menyusuri jalan yang sama.
Aku melihat orang-orang yang sibuk dengan pekerjaan mereka.
Ada yang berjualan, ada yang mengangkut barang, ada juga yang memperbaiki sesuatu.
Aku mulai memberanikan diri.
“Pak, ada yang bisa saya bantu?” tanyaku pada seorang bapak di pinggir jalan.
Bapak itu menoleh.
“Bantu apa?”
“Saya bisa angkat barang… atau apa saja,” jawabku.
Ia menatapku sebentar, lalu menunjuk beberapa barang di dekatnya.
“Coba bantu susun itu.”
Aku langsung mengangguk.
“Iya, Pak.”
Aku bekerja dengan sungguh-sungguh.
Walaupun tubuhku cepat lelah, aku tetap berusaha.
Aku tidak ingin mengecewakan.
Setelah selesai, bapak itu memberikan sedikit uang.
“Ini buat kamu.”
Aku menerimanya dengan senang.
“Terima kasih, Pak.”
Hari demi hari mulai berjalan seperti itu.
Aku membantu siapa saja yang membutuhkan.
Kadang mengangkat barang, kadang membersihkan, kadang melakukan hal-hal kecil.
Tidak selalu dapat uang…
Tapi aku tetap mencoba.