Anak Ke Empat Dari 11 Bersodara

Rana Kurniawan
Chapter #11

Harapan Ayah

Pagi itu, ayah sudah terlihat lebih sehat.

Beliau kembali duduk di depan rumah seperti biasanya, menikmati udara pagi sebelum memulai aktivitas. Wajahnya memang masih sedikit lelah, tapi setidaknya tidak sepucat beberapa hari lalu.

Aku merasa lega.

Melihat ayah kembali seperti biasa membuat suasana rumah terasa lebih tenang.

Aku membawa segelas teh hangat dan meletakkannya di dekat ayah.

“Ini, Yah.”

Ayah menoleh, lalu mengangguk kecil.

“Terima kasih.”

Aku duduk di sampingnya.

Beberapa saat kami hanya diam, menikmati pagi yang masih sejuk.

Ayah bukan orang yang banyak bicara.

Beliau lebih sering diam, bekerja, lalu kembali pulang dengan lelah. Tapi dari sikapnya, aku selalu tahu bahwa beliau memikirkan kami semua.

Hari itu, untuk pertama kalinya, ayah membuka pembicaraan lebih dulu.

“Kamu akhir-akhir ini sering membantu ibu.”

Aku sedikit terkejut.

“Iya, Yah.”

Ayah mengangguk pelan.

“Itu bagus.”

Aku menunduk sedikit.

Mendapat pujian dari ayah, walaupun singkat, terasa berbeda.

Beliau kembali bicara.

“Sebagai laki-laki, kamu harus belajar bertanggung jawab.”

Aku terdiam.

Kalimat itu terasa berat, walaupun sederhana.

“Ayah tidak minta kamu jadi sempurna,” lanjutnya.

“Tapi kamu harus jadi orang yang bisa diandalkan.”

Aku menatap tangan sendiri.

Aku tahu ayah tidak sedang marah.

Beliau sedang mengajarkan sesuatu.

“Ayah…” kataku pelan.

Lihat selengkapnya