Anak Ke Empat Dari 11 Bersodara

Rana Kurniawan
Chapter #17

Pagi yang Sibuk

Pagi itu rumah kami terasa lebih ramai dari biasanya.

Sejak subuh, ibu sudah mondar-mandir dari dapur ke ruang tengah. Kakak-kakakku juga terlihat sibuk membantu.

Aku yang baru bangun langsung merasa bingung melihat suasana itu.

“Ada apa, Bu?” tanyaku sambil mengucek mata.

Ibu menoleh cepat.

“Hari ini ada saudara mau datang.”

“Oh…”

Pantas saja rumah terasa lebih sibuk.

“Rana, tolong bantu angkat kursi ke depan,” kata Sadiah.

“Iya.”

Aku langsung membantu tanpa banyak bicara.

Di rumah kami, kalau ada tamu atau saudara datang, semua orang pasti ikut sibuk.

Ada yang membersihkan rumah.

Ada yang memasak.

Ada yang menyiapkan minuman.

Dan seperti biasa… rumah langsung terasa semakin penuh.

Rina dan Rini bahkan sudah ribut sejak pagi karena berebut ingin memakai baju yang sama.

“Cepat sana ganti!” teriak Martani.

“Iya, iya!”

Aku hanya tertawa kecil melihat mereka.

Sementara itu, ibu terlihat semakin sibuk di dapur.

Aroma masakan mulai memenuhi rumah.

Aku masuk membantu.

“Bu, aku bantu apa?”

“Tolong kupaskan bawang.”

Aku langsung duduk di dekat ibu.

Beberapa menit kemudian, aku memperhatikan wajah ibu yang mulai berkeringat.

“Capek ya, Bu?” tanyaku.

Ibu tersenyum kecil.

“Kalau rumah ramai begini memang capek… tapi juga senang.”

Lihat selengkapnya