Anak Ke Empat Dari 11 Bersodara

Rana Kurniawan
Chapter #18

Paman dari Jakarta

Beberapa hari setelah keluarga kami kedatangan saudara, suasana rumah kembali tenang seperti biasa.

Namun pagi itu, ayah terlihat berbeda.

Beliau beberapa kali keluar masuk rumah sambil melihat jalan depan.

Aku yang sedang menyapu halaman jadi penasaran.

“Ayah nunggu siapa?” tanyaku.

Ayah menoleh sebentar.

“Pamanmu dari Jakarta mau datang.”

Aku sedikit terkejut.

“Paman?”

Ayah mengangguk.

Sudah lama sekali kami tidak bertemu beliau.

Menjelang siang, sebuah mobil berhenti di depan rumah.

Adik-adikku langsung berlarian keluar.

“Itu datang! Itu datang!” teriak Rina dan Rini bersamaan.

Aku ikut keluar.

Dari mobil turun seorang pria bertubuh agak besar dengan pakaian rapi. Di belakangnya ada istri dan anaknya.

“Itu Paman Harun,” kata ibu pelan padaku.

Aku langsung menghampiri.

“Assalamualaikum, Paman.”

“Waalaikumsalam,” jawabnya sambil tersenyum tipis.

Beliau menepuk bahuku.

“Ini Rana ya? Sudah besar.”

Aku hanya tersenyum kecil.

Rumah kami kembali ramai.

Namun kali ini suasananya sedikit berbeda.

Paman Harun berasal dari Jakarta. Cara bicaranya lebih tegas dan cepat. Pakaiannya juga terlihat lebih bagus dibanding orang-orang di kampung kami.

Adik-adikku bahkan beberapa kali memperhatikan barang bawaan mereka dengan kagum.

Awalnya semuanya terlihat biasa saja.

Kami makan bersama, berbincang, dan mendengarkan cerita tentang Jakarta.

Lihat selengkapnya