Tak terasa, bulan Ramadan sudah sampai di penghujungnya.
Hari-hari puasa yang terasa panjang kini tinggal menghitung jam.
Sejak pagi, suasana kampung sudah berbeda.
Orang-orang sibuk membersihkan rumah, memasang lampu hias, dan menyiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut Hari Raya Idulfitri.
Di rumah kami juga sama.
Ibu dan kakak-kakakku sibuk membuat kue sederhana.
Aroma nastar, kue kacang, dan rengginang memenuhi rumah.
Sementara itu, Rina dan Rini terus membuka lemari untuk melihat baju Lebaran mereka.
"Jangan dipakai sekarang!" teriak Martani.
"Tadi cuma lihat!" jawab mereka kompak.
Semua tertawa.
Menjelang sore, kabar yang ditunggu akhirnya datang.
Pemerintah menetapkan bahwa besok adalah Hari Raya Idulfitri.
Tak lama kemudian, suara takbir mulai terdengar dari masjid.
"Allahu Akbar, Allahu Akbar..."
Suara itu menggema ke seluruh kampung.
Aku merasakan bulu kudukku merinding.
Ramadan benar-benar telah berakhir.
Saat malam tiba, suasana semakin meriah.
Di sepanjang jalan kampung, banyak anak-anak dan pemuda mulai berkumpul.
Sebagian membawa obor bambu.
Sebagian lagi membawa beduk kecil dan alat musik sederhana.
Lampu-lampu rumah menyala terang.