Setelah menghasilkan uang lumayan, apa yang aku lakukan? Membeli semua barang-barang yang dulu ingin aku punya, hehehe. Ya pastinya ada juga sedekah dan menabung, itu tidak perlu aku ceritakan, ya. Yang pasti aku sangat ‘dendam’ dengan kemiskinan yang pernah menderaku dulu. Aku ingin sepatu Nike, aku beli! Aku ingin beli tas Guess atau Esprit, aku beli! Belum lagi baju-baju United Colors of Benetton, yang sangat aku ingin miliki dari zaman SMP. Buruknya aku, setiap bulan harus belanja. Setiap minggu harus ke mal, sekedar hanya ingin makan siang. Menikmati gaji sendiri, yang hitungannya dobel. Tapi Bapak selalu mengingatkan aku untuk menabung, jangan hedon. Bapak sangat benci dengan orang yang boros, karena boros itu temannya setan!
Akhirnya aku mulai berhenti belanja, aku menabung sebanyak mungkin. Karena apa? Aku punya cita-cita ingin beli mobil sendiri. Dulu, karena mobil Bapak pinjaman kantor, aku tidak diperbolehkan untuk pinjam mobilnya. Takut aku menabrak dan sembrono. Aku pernah minta daiajarkan menyetir mobil oleh Bapak, tapi dia terlalu ketakutan. Jadi aku bertekad membeli mobil sendiri, jadi aku bisa bebas menggunakannya. Lagipula, suatu hari kalau Bapak pensiun, mobil kantor pasti akan dikembalikan, jadi kami harus punya mobil sendiri.
Dan atas ijin Allah, 5 tahun bekerja, tepatnya usiaku yang ke 26 tahun, aku membeli mobil pertamaku! Yes. Mobil pertama dari hasil jerih payahku sendiri. Aku sama sekali nggak minta bantuan Bapak. Bahkan ini keputusanku sendiri. Aku membeli mobil baru Xenia manual, seharga Rp 77 juta. Itu sekitar tahun 2005-an, saat itu aku sudah pindah kerja di Indosiar. Setelah memikirkan untuk menyelesaikan kuliah, aku memilih keluar dari Metro TV, setelah setahun bekerja. Banyak orang menyayangkan, tapi itulah memang keputusanku.