ANAK PUNGUT

Onet Adithia Rizlan
Chapter #18

PULANG BERSAMA KAMILA

Malam itu Kamila gelisah di tempat tidur hotel yang empuk, ia tak bisa memejamkan mata. Tubuhnya berkali-kali bertukar arah, kadang miring ke kiri terus miring kanan dan tiba-tiba ia bangun dan duduk dengan wajah resah. Lalu tiba-tiba ia bergerak turun dari tempat tidur dan mengambil botol air mineral di atas meja dekat cermin besar di sebelah lemari pakaian. Kamila membuka tutup botol dan minum seperti orang kehausan yang berada di gurun.

Setelah minum, Kamila menuju nakas di samping tempat tidur. Ia mengambil ponselnya yang tergeletak di atas nakas. Sesaat Kamila menimangnya dengan ragu. Apakah Arsakha masih terjaga tengah malam begini? Namun kegelisahan di hatinya tak bisa diredam. Walau bagaimanapun semua harus dijelaskan, tak perlu ditutup-tutupi lagi. Kamila menepis keraguan di hatinya dan menghubungi ponsel Arsakha.

***

Arsakha yang baru mau terlelap dikejutkan oleh suara panggilan masuk ke ponselnya. Ia mencari dan meraba-raba kasur dan menemukan ponsel itu di dekat bantal. Perlahan Arsakha duduk di tempat tidur sambil menjawab panggilan masuk di ponselnya.

"Hallo?"

"Kak, aku nggak bisa tidur," suara Kamila terdengar pelan di seberang sana.

"Kenapa nggak bisa tidur?"

"Mikirin kamu."

"Ada-ada saja. Sudahlah, Kamila. Aku mengantuk, tidurlah," Arsakha berusaha menyudahi pembicaraan.

"Dengarkan aku sebentar, Kak. Sebentar saja..." Kamila berusaha mempertahankan pembicaraan.

"Besok saja," tukas Arsakha sambil menahan kantuk.

"Aku cinta kau, Kak Arsakha," suara Kamila terdengar bergetar di seberang sana.

Arsakha tak kalah bergetar, seketika rasa kantuk yang tadi memberati matanya kini raib entah kemana.

"Kau bilang apa tadi, Kamila?"

"Sudah sejak lama aku menaruh hati sama Kak Arsakha," ujar Kamila menumpahkan perasaannya.

Arsakha mendengus kesal.

"Gila aja kalau sampai hal itu terjadi."

"Kenapa gila? Kita cuma saudara angkat!" Kamila juga terdengar kesal.

"Iya, betul saudara angkat tapi kau tau aku anak siapa?" Arsakha bersuara lagi.

"Anak siapa, pejabat tinggi?" sahut Kamila enteng.

"Kau tau Bapakku itu Kakaknya Papamu, kandung!"

Bukannya kaget mendengar ucapan Arsakha barusan, malah Kamila tersenyum.

"Kakak Papaku ada tiga, Wak Hamzah, Wak Sahrul..."

"Bachtiar, nama Ayahku, Bachtiar," sela Arsakha memotong ucapan Kamila.

"Wak Bachtiar?" Kamila terperangah.

Arsakha mengangguk sambil tersenyum.

"Aku nggak percaya!" Kamila menolak pengakuan dari Arsakha barusan.

" Terelserah saja kalau nggak mau percaya, tapi yang jelas Papa kamu adik andung Ayahku, kau dan aku masih sedarah dan kita tidak boleh pacaran apalagi menikah!" Arsakha menutup ponselnya.

Lihat selengkapnya