ANAK PUNGUT

Onet Adithia Rizlan
Chapter #19

KENYATAAN SEBENARNYA

Ini adalah makan malam pertama sejak kepulangan Kamila bersama Arsakha. Hal itu cukup membuat Papa dan Mama merasa lega, ternyata Kamila berhasil membujuk dan membawa Arsakha pulang ke rumah. Di hati mereka berdua menganggap masalah sudah selesai, karena Arsakha sudah tidak merajuk lagi sebab selama ini ia merasa diabaikan oleh Papa dan Mama, itu semua karena mereka lebih memperhatikan Kamila si anak kandung.

"Papa sama Mama, Kamila mau bertanya dan tolong jawab dengan jujur," tiba-tiba saja Kamila bersuara.

Tentu saja Papa dan Mama kaget, mereka saling pandang kemudian menatap Kamila dan Arsakha bergantian. Sedangkan Arsakha tampak tenang menikmati makan malamnya.

"Mau bertanya apa, Kamila?" tanya Mama dengan nada lembut.

"Kak Arsakha anak siapa sebenarnya?" 

Pertanyaan Kamila membuat Papa dan Mama terkejut. 

"Kenapa kamu bertanya seperti itu, Kamila?" Papa balas bertanya.

"Memang Kak Arsakha bukan lahir dari rahim Mama, dia anak angkat. Kamu an sudah tahu itu?" jawaban Mama sangat standar bagi Kamila.

"Iya, memang udah tau kalau soal itu, tapi yang mau Kamila ketahui, apakah Kak Arsakha dan Kamila masih ada hubungan darah?"

Lagi-lagi Papa dan Mama terdiam mendengar pertanyaan Kamila. Mereka seperti kebingungan untuk menjawab.

"Kak Arsakha anak Wak Bachtiar dan Wak Bachtiar adalah Kakak kandung Papa," ujar Arsakha lugas.

"Betulkah itu, Ma, Pa?" sela Kamila cepat.

"Betul," sahut Papa pelan.

"Apa juga untungnya kamu tahu soal itu?" ujar Mama tenang.

"Itulah untungnya keterus- terangan, apalagi soal hubungan darah," ujar Kamila kesal.

"Memangnya kenapa?" kejar Mama heran.

"Katanya Kamila jatuh hati dan berharap menikah dengan Arsakha," ujar Arsakha menjelaskan.

Maka dan Papa melonjak kaget, mata mereka teka melotot saking terkejutnya.

"Apaaa?" seru Mama dan Papa serempak.

***

Arsakha mencari tempat duduknya di kereta. Ketika ia menemukan kursinya, Arsakha melihat seorang lelaki mengenakan topi pet duduk di dekat jendela dan sedang memandang luar.

"Permisi," ujar Arsakha sambil menaruh ranselnya di bagasi atas tempat duduk. 

Lelaki itu menoleh dan ia terkejut begitu juga dengan Arsakha.

Lihat selengkapnya