Anatomi Kanvas Mati

Langgeng Ikhtiar Pribadi
Chapter #1

Kata Pengantar: Catatan Sebelum Kulit Terkelupas

Bagi sebagian besar orang, rasa sakit adalah alarm. Sebuah tanda bahaya yang membuat mereka lekas menarik diri, berlari, atau menjerit meminta pertolongan. Tubuh diciptakan untuk mempertahankan dirinya sendiri dari kerusakan. Itu adalah hukum alam yang mutlak.

Namun, bagaimana jika dunia di luar sana begitu bising dan menuntut, hingga satu-satunya cara untuk mendengarkan diri sendiri adalah melalui rasa linu? Bagaimana jika satu-satunya bukti bahwa sepotong nyawa masih berdetak di dalam dada adalah ketika darah hangat mulai merembes keluar dari pori-pori mentah?

Buku ini tidak ditulis untuk mengagungkan luka. Buku ini adalah sebuah perjalanan ke dalam sudut paling sunyi di kepala Kinanti. Seorang anak perempuan yang berdiri di ambang batas antara pengosongan jiwa dan pembebasan raga. Bagi Kinanti, kulit bukan sekadar pelindung daging; kulit adalah kanvas, dan rasa ngilu adalah kuasnya.

Anda tidak hanya akan membaca cerita Kinanti. Anda akan diajak merasakan dinginnya logam, gesekan serat saraf, tekanan tumpul di bawah kuku, dan bagaimana rasa sakit—jika dipelihara dengan kelembutan yang keliru—bisa bermutasi menjadi sebuah tawa gembira yang renyah.

Jika Anda memutuskan untuk membalik halaman ini, bersiaplah untuk menanggalkan kenyamanan Anda. Selamat datang di dalam rumah orang tua Kinanti. Selamat menyaksikan bagaimana sebuah tubuh merayakan kedaulatannya sendiri.

Penulis

Lihat selengkapnya