Anatomi Sebuah Perasaan

Blue_rose
Chapter #1

Chapter 1: Tahun yang Mengubah Segalanya

"Amitaaa!"

Teriakan riang seorang anak laki-laki terdengar dari balik pintu kamar.

Gadis yang sedang tenggelam dalam bacaannya itu langsung menoleh. Begitu menyadari siapa pemilik suara tersebut, ia segera meletakkan bukunya dan beranjak dari ranjang.

Saat pintu terbuka, seorang anak laki-laki berusia empat tahun sudah berdiri di sana dengan senyum lebar.

"Hei, sejak kapan kamu datang?" tanyanya sambil berjongkok dan merentangkan kedua tangan.

Mylo langsung memeluknya erat.

"Wah, Mylo berhasil membuat Zura keluar dari goa!" seru seorang lelaki dari ruang tengah.

Ucapan itu langsung disambut tawa oleh seluruh penghuni rumah

"Abang!" protes Zura.

"Memangnya salah? Dari tadi kami datang, kamu masih betah bersembunyi di kamar."

Zura hanya mendengus pelan. Ia memang lebih nyaman menghabiskan waktu bersama buku dibanding duduk berlama-lama mengobrol di ruang keluarga.

"Amita, ayo main!" ajak Mylo sambil mengangkat sebuah mainan dinosaurus.

Seorang perempuan yang berdiri di sampingnya tersenyum. "Kita baru sampai, Mylo. Tunjukkan dulu oleh-oleh yang kamu bawakan untuk Amita."

Mata anak itu langsung berbinar. Ia menarik tangan Zura menuju ruang makan.

"Amita pasti suka!"

Suasana rumah terasa hangat malam itu. Berbagai hidangan memenuhi meja makan. Percakapan saling bersahutan di antara suara sendok dan tawa kecil Mylo.

"Amita, Mylo punya banyak buku baru," ucap anak itu antusias. "Nanti Amita yang bacakan, ya?"

"Baik, Tuan Mylo," jawab Zura sambil tersenyum.

Anak itu terkikik puas.

Di tengah suasana hangat tersebut, pikiran Zura sesekali melayang pada satu hal yang terus menghantuinya.

Besok.

Hanya satu kata, tetapi terasa begitu berat.

Besok adalah hari pengumuman.

Hari yang menentukan apakah mimpinya selama bertahun-tahun akan menjadi kenyataan atau justru

berakhir sebagai angan-angan.

___

Zura perlahan menutup buku sambil mengelus kepala si pemiliknya yang sudah tertidur pulas. Pintu terbuka dengan suara pelan.


Lihat selengkapnya