Semester dua berjalan semakin padat. Zura mulai terbiasa dengan ritme kuliah, praktikum, laporan, dan tugas yang seolah tidak pernah habis. Kampus yang dulu terasa asing kini mulai terasa seperti rumah kedua. Meski begitu, ada satu kebiasaan yang masih belum berubah.
Membuka akun Instagram Orion. Namun beberapa minggu terakhir, akun laki-laki itu terasa berbeda. Orion semakin jarang memosting kegiatan sehari-harinya. Jika biasanya ia sering membagikan cerita tentang perkuliahan, hobi, atau momen bersama kekasihnya, kini ia lebih banyak memosting ulang video atau kutipan bernuansa galau.
“Mungkin dia sangat sibuk,” batin Zura
Zura beralih membuka grup kelasnya. Membaca pesan dari teman-temannya yang membahas tugas, laporan, presentasi, atau candaan lain. Kemudian dia menggeser ke menu status. Disitu dia melihat postingan foto dan video teman kontaknya. Tidak ada yang menarik perhatiannya. Sampai postingan salah satu teman kelasnya membuat dia bangkit dari posisi berbaring.
“Seragam ini…”
Zura tidak mungkin salah mengenali seragam itu. Sama persis dengan seragam SMA Orion. Tentu saja. Itu memang SMA yang sama dengan Orion. Dia baru sadar punya teman sekelas yang pernah satu SMA dengan Orion.
___
Keesokan harinya. Zura terlihat sedang memasukkan alat tulis ke dalam tas. Satu mata kuliah hari ini selesai. Tinggal menunggu mata kuliah selanjutnya. Beberapa teman-temannya mulai meninggalkan kelas.
“Zura, mau ikut ke kantin?” salah satu teman kelasnya menghampiri.
“Eh?” Zura terkejut. Dia langsung memeriksa jam di ponselnya.
“Ayo ikut ke kantin. Masih ada waktu sampai mata kuliah berikutnya,” ajak teman yang lain.
“Boleh deh,” ucap Zura setuju.
Mereka pun beranjak meninggalkan kelas dan berjalan menuju kantin.
Sesampainya di kantin, mereka langsung menyusuri keramaian untuk mencari tempat duduk yang kosong. Kantin tidak pernah sepi. Mahasiswa datang kesana bukan hanya untuk makan dan minum. Tapi mereka juga datang sambil mengerjakan tugas atau sekedar nongkrong bersama yang lain.
“Zura, kamu mau pesan apa?” tanya salah satu temannya.
Zura diam sejenak. Dia melihat sekelilingnya banyak sekali penjual makanan dan minuman yang membuatnya kebingungan.
“Aku mau pesan bakso dan es jeruk aja deh,” jawab Zura dibalas acungan jempol oleh temannya.
Beberapa menit kemudian, pesanan mereka pun datang. Zura mulai meracik makanannya dengan menuangkan beberapa sendok sambal. Mereka mulai menyantap hidangan masing-masing sambil sesekali membahas tentang tugas.
“Kalian punya foto waktu pengamatan praktikum tumbuhan? Aku lupa foto beberapa bagiannya,” ucap salah satu temannya sambil melahap makanan.