Blurb
Rei tidak tahu sejak kapan waktunya berhenti. Yang ia tahu, jam dindingnya mati di pukul 03:14, dan setiap hari adalah 16 Oktober yang sama.
Ia menulis 31 surat untuk Esok — untuk maaf yang ditunda, untuk pulang yang tak pernah sampai, dan untuk seorang anak kecil di halte yang masih percaya bahwa hari esok itu ada.
Sebuah novel puitis tentang kopi yang selalu dingin, halte yang catnya mengelupas, dan keberanian untuk hidup hari ini — karena hari ini adalah satu-satunya yang kita punya.