Andai Hari Esok tak Pernah Ada

Raihan Langit
Chapter #1

Surat I : Untuk Hari Esok

Andai hari esok tak pernah ada, apa yang akan kau lakukan hari ini?

Aku akan membangunkanmu lebih pelan. Tidak dengan alarm yang memekik dan mengoyak selimut, tidak dengan kecemasan yang sudah hafal membangunkan sebelum mataku terbuka.

Aku akan membangunkanmu dengan cara yang tidak pernah kulakukan pada diriku sendiri: membiarkan cahaya masuk dari celah jendela, membiarkan debu-debu menari di udara pagi, membiarkan detak jantungku yang pelan menjadi satu-satunya jam yang kupercaya.

Sebab selama ini, Esok, aku hidup dengan cara menundamu.

Aku berkata nanti saja bahagia.

Nanti saja meminta maaf.

Nanti saja menggambar lagi.

Nanti saja hidup.

Dan nanti itu adalah kamu.

Kamu adalah nama lain dari segala alasan indah yang kutemukan untuk tidak melakukan apa-apa hari ini.

Di dinding kamarku, ada jam yang mati pada pukul 03:14. Sudah tiga tahun. Baterainya habis pada malam Ibu menelepon terakhir kali dan aku tidak mengangkatnya karena aku terlalu sibuk menunggu hidupku dimulai.

Jarum detiknya berhenti tepat di antara angka tiga dan empat, seperti seseorang yang ragu-ragu kemana hendak melangkah. Aku tidak pernah menggantinya.

Aku membiarkannya menjadi penanda waktu yang jujur: bahwa sejak saat itu, aku memang berhenti.

Dunia di luar terus berdetak

Lihat selengkapnya