ANDIN NABILA

Eddy Cahyo Tutuko
Chapter #19

Mengisi Lembaran Baru


"Neng Andin bukan gadis biasa-biasa saja. Memiliki kesempatan untuk mendapatkan pria yang setara, tidak sepantasnya Anto mendampingi Neng. Tapi soal pengabdian sama Neng Andin, Anto rela melakukan apa saja terhadap junjungan Anto." Anto diam sejenak.

"Yang Anto lakukan terhadap Neng Andin merupakan kewajiban sebagai seorang bawahan. Tidak perlu dianggap sebagai hal yang luar biasa."

"Andin menghargai pendapat Mas, mungkin Andin yang terlalu berlebihan. Andin hanya bisa mendoakan semoga Mas dengan Siska tetap langgeng sampai ke pelaminan nantinya." Kedua mata Andin berkaca-kaca.

"Andin merasa berutang budi banyak dengan Mas. Bagaimana cara Andin membalasnya?"

"Pengabdian itu tidak menuntut upah, nanti akan datang dengan sendirinya. Neng Andin tidak perlu merisaukannya. Kehadiran Neng Andin sudah memberikan warna tersendiri dalam kehidupan Anto. Merupakan anugerah yang luar biasa Tuhan berikan."

Andin merasa terharu, tidak menyangka Anto memiliki pandangan hidup yang begitu mulia. Meskipun menyakitkan, Andin harus merelakannya.

"Siska beruntung mendapatkan Mas. Tadinya Andin berharap Mas dapat menjadi tempat berlabuh untuk Andin. Tapi Andin sadar, meskipun itu menyakitkan, Siska lebih berhak mendapatkan Mas." Tidak terasa butiran air mata jatuh perlahan.

"Andin memutuskan akan kembali lagi ke luar negeri. Andin ingin menghapus semua kenangan buruk. Tapi biar bagaimanapun, Andin tidak akan bisa melupakan Mas. Doakan Andin bisa melewatinya, Mas."

"Anto bisa memahami keputusan Neng Andin, berharap suasana di sana berangsur dapat menghapus kenangan pahit yang Neng Andin rasakan. Jujur saja, sebagian raga Neng Andin sudah tertanam dalam hati. Anto berjanji akan tetap terus menjaganya."

"Terima kasih, Mas. Maafkan Andin juga, belakangan ini Andin telah mengacuhkan Mas."

"Tidak ada yang perlu dipersalahkan. Kapan berangkat ke sana lagi?"

"Masih ada yang harus Andin selesaikan. Kemarin Pak Jatmiko menghubungi Andin. Persidangan pelaku, Arphan, akan dipercepat. Andin diminta untuk menjadi saksi. Nanti Mas temani Andin, ya?"

"Pak Jatmiko juga sudah menghubungi Anto. Kita berdua nanti akan menjadi saksi kunci."

"Sampaikan salam Andin untuk Siska. Boleh Andin minta nomornya Siska, Mas?"

"Boleh saja," Anto memberikan nomor Siska. "Nanti akan Anto sampaikan salam dari Neng Andin."

"Terima kasih, Mas. Oh, ya, kapan Mas training-nya?"

"Mungkin dalam minggu ini."

"Semoga sukses nantinya, Andin doakan."

"Anto tidak tahu bagaimana harus berterima kasih dengan keluarga Neng Andin."

"Seperti Mas bilang, pengabdian itu tidak menuntut upah, tapi akan datang dengan sendirinya. Ini merupakan upah yang pantas atas pengabdian Mas tanpa pamrih selama ini."

Lihat selengkapnya