Angel Who Forgot

Diva Amane
Chapter #38

Di Atas Ranjang Yang Bukan Untuk Dua Orang

Nagisa tidak pernah menyebutnya dengan suara yang tegas.

 Ia tidak pernah bilang, “Aku ingin tidur di kamarmu.”

 Yang keluar dari bibirnya justru kalimat yang lebih pelan, lebih rapuh, dan karena itu jauh lebih sulit ditolak.

 “Malam ini… boleh aku di sini saja?”

 Naoya yang baru selesai merapikan sisa makan malam hanya menoleh sebentar. Di kamar tengah rumah itu, lampu temaram menggantung di langit-langit, membuat bayangan di dinding tampak lembut. Di atas kasur yang memang dipersiapkan khusus untuk Nagisa, selimut sudah dirapikan, bantal sudah disusun. Semua seharusnya menunjukkan bahwa kamar itu memang miliknya sekarang.

 Namun Nagisa tetap berdiri di ambang pintu kamar Naoya, menatap ke dalam dengan wajah yang seperti anak kecil yang takut tersesat kalau dibiarkan sendiri di tempat asing.

 Naoya mengernyit kecil. “Kamar tengah itu kan sudah disiapkan.”

 Nagisa menggeleng perlahan.

 “Aku tahu,” katanya. “Tapi…”

 Kalimatnya putus di udara. Tidak ada penjelasan yang benar-benar selesai. Tidak ada alasan yang rapi. Hanya tatapan yang tetap tinggal di wajah Naoya, seperti kalau ia dilepas malam ini juga, sesuatu yang buruk akan datang lagi.

 Naoya diam.

 Dia bukan tidak paham. Dia hanya terlalu paham, dan karena itulah dada rasanya selalu mengendur lebih dulu setiap kali Nagisa memandangnya seperti itu. Seperti ada sesuatu yang diambil dari gadis itu, lalu diserahkan kembali dalam bentuk yang lebih rapuh dari sebelumnya.

 Naoya mengusap tengkuknya pelan, lalu menghela napas yang hampir tidak terdengar.

 “Kalau cuma buat malam ini,” katanya akhirnya. “Tidur di sini aja.”

 Nagisa mengangkat kepala.

 Ada sedikit perubahan di wajahnya. Bukan lega sepenuhnya, bukan pula senyum lebar. Hanya cahaya kecil yang sempat nyaris padam, lalu kembali menyala.

 “Beneran?”

 Naoya mengangguk.

Lihat selengkapnya