Angel Who Forgot

Diva Amane
Chapter #41

Pacar

Naoya baru setengah tertidur ketika Nagisa memeluknya lagi.

 Itu terjadi seperti biasa, tanpa pengumuman dan tanpa jarak. Kamar Naoya gelap, hanya ada garis cahaya tipis dari koridor yang menyelip di bawah pintu. Di luar, rumah tua itu sudah hampir sepenuhnya tenang. Hanya bunyi kipas angin dan napas dua orang yang tinggal terlalu dekat satu sama lain.

 Nagisa bergeser mendekat. Lalu lebih dekat. Setelah itu kepalanya kembali menemukan dada Naoya, dan tangan gadis itu berhenti di pinggang lelaki itu seperti sudah tahu di mana tempatnya.

 Naoya membuka mata.

 “Nagisa,” panggilnya pelan.

 “Hmm?”

 “Kamu belum tidur?”

 Nagisa diam sebentar. Lalu, dengan suara yang jauh lebih kecil dari biasanya, ia berkata, “Aku mau bilang sesuatu.”

 Naoya menatap langit-langit, menunggu.

 Nagisa tampak ragu. Napasnya sedikit lebih cepat. Ia mungkin menyesal sudah mulai bicara, tapi juga tidak mampu berhenti. Jari-jarinya mencengkeram kain kaus Naoya dengan gerakan kecil yang menahan diri.

 “Aku sudah mikir,” katanya akhirnya. “Kalau terus begini, aku akan jadi orang yang cuma nempel dan terus minta tanpa tahu diri.”

 Naoya tidak menyela.

 Nagisa menelan ludah. Ia mengangkat kepala sedikit, hanya cukup untuk melihat wajah Naoya.

 “Aku nggak tahu apa itu cinta yang benar,” lanjutnya. “Aku juga nggak tahu apa yang biasanya orang dewasa rasakan waktu mereka jatuh cinta. Tapi… yang aku tahu, aku nggak mau kamu jauh.”

 Naoya tidak bergerak.

Lihat selengkapnya