ANIMALS

Indah Leony Suwarno
Chapter #3

Taruhan

Jalur Sutra BSD malam itu berubah menjadi sirkuit buatan yang bising. Bau ban terbakar yang menyengat beradu dengan aroma bensin di udara. Ratusan anak muda berjejer di sepanjang pembatas jalan, membentuk koridor manusia yang siap menyaksikan laga dua singa jalanan.


Di garis start, Harley Davidson milik Jovan Aldrick berdiri berdampingan dengan Kawasaki Ninja H2 milik Rian, pentolan geng motor saingan dari wilayah Jakarta Barat. Kontrasnya terlihat jelas: motor kustom klasik bertenaga monster milik Jovan melawan motor sport modern yang aerodinamis.


Jeffrey Arkan berjalan mendekat ke arah Jovan yang sedang membetulkan sarung tangan kulitnya. Dari balik kacamatanya, Jeffrey menyeringai kecil sambil berbicara setengah teriak karena di sekitar benar-benar penuh oleh suara.Total taruhan malam ini tembus seratus juta dari anak-anak VIP Vortex, Jov. Rian juga taruhan motor H2-nya kalau dia kalah.”


Jovan mendengus sinis, mengancingkan jaket kulitnya. Gue nggak butuh motor plastiknya, Jef. Gue cuma mau liat mukanya nangis pas gue tinggal di belakang.


Dari kejauhan, Yuga memberikan kode dengan lambaian tangan dari atas kap mobil panitia. Sementara Mahesa menepuk tangki motor Jovan satu kali, memastikan setelan karburator kustomnya sudah berada di performa puncak. Hajar, cuy. Jangan kasih napas,” bisik Dimas.


Jovan menurunkan kaca helm hitamnya penuh. Seketika, hiruk-pikuk penonton di sekitarnya meredam. Fokusnya terkunci pada jalur beton lurus sepanjang satu mil di depannya. Di kepalanya, ketukan drum lagu Teeth kembali bergema, menyatu dengan detak jantungnya yang memompa adrenalin.


Seorang perempuan berpakaian minim berjalan ke tengah jalan, mengangkat kedua tangannya yang memegang bendera kotak-kotak.

Lihat selengkapnya