Animo Ican (arti cinta)

R Hani Nur'aeni
Chapter #14

BUKA HATIMU, CHAY!!!


CHAYRA


Potongan ayam dengan cocolan saus sambal masuk ke dalam mulut sembari melirik Ceceu dan Dina, sahabat gue dari SMP. Seperti biasa, Dina mencomot kulit ayam yang sengaja disisihkan, karena hanya bagian daging ayam yang gue makan.

“Jadi gimana Chay? Kasih kesempatan ya buat Kakang?”

Ceceu bertanya sembari menjejalkan potongan-potongan kentang ke mulutnya.

“Iya sih, kita berdua merestui kok. Cocok lo ma Kakang, nggak usah banyak mikir, terima aja,” timpal Dina.

“Kan gue udah bilang, pengen fokus belajar. No pacaran!”

Sekilas melihat kaki Ceceu menendang kaki Dina, alis mata keduanya naik turun. Sepertinya mereka bersekongkol menjodohkan gue. 

“Udah lah, nggak mempan buat gue. Pokoknya fokus belajar, titik, nggak pake koma!”

“Akh, Chay nggak asyik!”

Ceceu mengerucutkan mulutnya, lucu banget kayak anak kecil minta permen dilarang ibunya. Sengaja menjejalkan potongan kentang goreng ke mulutnya, agar mulutnya tidak manyun. Eh, dimakan juga sembari ngomel.

“Napa sih, lo pada maksa gue jadian ama Kakang? Curiga gue, pasti ada apa-apanya.”

“Kita pengen liat Chay yang ceria kayak dulu lagi. Chay yang centil, bawel, suka becanda. Iya nggak, Din?” Colek Ceceu ke Dina yang asyik menyeruput minumnya.

“Ho oh, bener banget kata Ceceu.”

Sebuah lengkungan di bibir membuat pipi terangkat, mengalihkan pembahasan agar mereka berhenti memaksa.

“Udah ah, bahas yang lain aja. Ceu, lusa tolong ingetin gue bawa tugas kursus inggris ya.”

Ceceu hanya mengangguk, ia sibuk bergelut dengan kentang dan saus sambal di piringnya. Sesaat kemudian,

“Buruan abisin makanannya, bentar lagi setengah lima. Nyokap bakal ngomel kalau kesorean pulangnya!" perintah Dina.

Buru-buru memindahkan isi piring ke dalam perut, setelah selesai makan kami bergegas meninggalkan food court.

~~~ 


Kursus Bahasa Inggris baru selesai, dengan santai memasukan buku ke dalam tas. Gue perhatikan Ceceu dari tadi sibuk dengan ponselnya. Ketika kami keluar kelas, ia bergegas ke luar gedung lalu celingak-celinguk seperti mencari seseorang. Tangannya sibuk menutul-nutul ponsel dan mendesah kesal. 

“Napa, Ceu?”

“Bete amat muka, lo!”

Tidak menjawab hanya satu deheman ringan keluar dari mulutnya

“Hmm …”

Lihat selengkapnya