Animo Ican (arti cinta)

R Hani Nur'aeni
Chapter #19

HARUS BAGAIMANA?

Ceceu masuk kamar membawa setumpuk buku, berdiri tepat dihadapan gue. “Mas Wahid kakak pertama Chay, hobinya baca buku karena dia penulis novel thriller and romance.” Tanpa basa-basi Ceceu menyodorkan tumpukan buku di tangannya, tapi gue tidak segera menanggapinya.

“Maksud lo, gue harus baca novel, gitu?”

“Begitulah ….”

Mengaruk-garuk kepala yang tidak gatal.

“Ceu, lo kan tau gimana gue kalau disuruh baca.”

Ceceu mengangguk-anggukan kepala, tersenyum kecil, meletakkan tumpukan buku di paha gue. Kedua tangannya digerak-gerakan ke samping sembari meremas-remas jemarinya. Kemudian ia mengacungkan tangannya,

“Semangat Kakang!!!”

Chayooo … ganbatte … fighting!!!”

Dengan berat hati menerimanya, menatap tumpukan buku sembari menghela napas. Baru melihat judulnya saja mata gue sudah terasa berat, sanggup kah membacanya sampai tuntas? Namun, tidak ada salahnya mencoba. Buku dengan gambar jembatan berjudul The Bridge menjadi pilihan pertama. 

Satu lembar pertama dan kedua masih aman. Kemudian mencari posisi baca yang enak, merebahkan tubuh di sofa bed, melanjutkan dengan lembar ketiga dan keempat.

Zzz … zzz … zzz ….

~~~ 


Kalau boleh memilih, berteman dengan mas Agung saja kakak ketiganya Chay. Ia mahasiswa telekomunikasi, sebentar lagi bakal jadi senior gue. Sepertinya tidak akan terlalu sulit untuk menghadapinya, karena ada kesamaan diantara kami. Alhamdulillah surat penerimaan sudah di tangan, mungkin sekitar satu atau dua bulan lagi gue akan menjadi mahasiswa telekomunikasi di Bandung. Akan ada banyak tema untuk dijadikan bahan obrolan. Sementara dengan kedua kakaknya yang lain sepertinya harus mengibarkan bendera putih, tak sanggup lah jika harus mengikuti profesi mereka. 

Namun, demi ijin nonton dengan Chay harus berusaha dulu baru pasrah. Doa lalu ikhtiar, hasil akhirnya pasrahkan pada Allah. Begitu uma dan baba mengajari kami anak-anaknya dalam setiap menangani segala urusan dunia. 

Ya Allah, jika memang baik urusan ini mudahkan tapi jika memang menurut-Mu tidak baik jauhkan. Hamba pasrahkan segalanya pada-Mu.

Siang ini rencananya hendak ke rumah Chay, melaksanakan ikhtiar sembari berharap membawa hasil terbaik untuk hidup gue.

Bismillah ….

Ditemani Ceceu bersiap ke rumah Chay, menggunakan kemeja yang sama ketika membuat KTP, semoga jadi faktor keberuntungan. Sangat berharap mendapat ijin nonton, kalau nggak ya sudah gue pulang, dibikin gampang saja semuanya. 

Lihat selengkapnya