Matahari mengakhiri tugasnya hari ini, cahayanya semakin menjauh. Perlahan bulan menggantikan tugas matahari, tampaknya langit tidak begitu cerah, semoga tidak hujan.
“Kang, udah siap?”
Mengangguk sembari mencari hoodie hitam kesayangan, biasanya tergantung di balik pintu. Gue cari dari tadi, tidak ada di tempat seperti biasanya. Memejamkan mata, mencoba mengingat kapan terakhir kalinya dipakai. Dua hari lalu masih tergantung, terus merangkai peristiwa ketika itu, ada uma yang masuk kamar.
Oh iya, dicuci uma. Lekas menuju lemari, benar saja, hoodie hitam terlipat rapi berada di tumpukan kaus. Sudah dua bulan lebih hoodie itu menemani kemana pun gue pergi. Kata uma, ‘Kasian hoodie-nya pengen mandi, Kang!’ Emang bisa ya, benda mati ada keinginan mandi? Gue saja sebagai makhluk hidup sering malas mandi. Akh, uma ada-ada saja.
“Kang!”
Tiba-tiba terdengar suara melengking, membuat kuping agak pengang, nggak kira-kira emang ini bocah. Mengelus dada lalu meniup tangan yang dikepal dan menempelkannya ke kuping. “Lama-lama jantungan punya adek kayak lo! Cari hobi lain napa, jangan teriak di kuping jadi hobi, lo!”
“Maaf, abis lo diem aja dari tadi dipanggil. Kang, kenapa sih? Kayaknya dari tadi pagi agak konslet, are you ok, Bro?”
Betul kata Ceceu, sejak kejadian semalam jadi kurang fokus. Apa yang sebenarnya terjadi pada uma dan baba. Tidak ingin ada pertanyaan lain, lekas menarik tangannya keluar kamar agar segera bersiap berangkat ke rumah Chay. Setelah memastikan semua pintu dan jendela terkunci rapat, kami berangkat menuju rumah Chay.
Jalanan agak padat, mungkin karena malam minggu jadi lebih ramai kendaraan yang berseliweran.
“Mendung, Kang.”
Baru sadar cahaya bulan menghilang, tidak kelihatan bintang-bintang seperti malam-malam sebelumnya. “Semoga nggak ujan ya, Ceu.”
“Aamiin ….”
Jawaban Ceceu seolah mengingatkan, belum berdoa untuk malam ini. Kan mau bertemu dengan ayahnya Chay, semoga semuanya lancar. “Doain ya Ceu, berjalan dengan mulus malam ini.”
“InsyaAllah lancar. Aamiin ….”
Ceceu mulai asyik dengan ponsel, kayaknya lagi ngobrol dengan Chay. Selama perjalanan menyetir sambil memperhatikan jalanan tanpa ada obrolan. Sepanjang jalan ramai para penjual makanan: sate ayam, angkringan, pecel lele, dan lainnya. Biasanya ngiler kalau melewati penjual makanan, tapi sepertinya beban pikiran membuat napsu makan jadi menghilang.
~~~