Antara Doa dan Takdir

Nazwa Nadya
Chapter #2

2.

Seorang lelaki yang masih mengenakan sarung serta baju koko yang melekat ditubuh gagahnya itu duduk dikursi bersandar disebuah teras rumah bernuansa kan coklat muda itu.


Dirinya duduk bersantai dengan tasbih yang berada ditangan nya. Dirinya adalah Muhammar Arsyad Firdaus.


"Besok ngisi kajian dimana?" Tanya Yusuf, temannya yang berada disampingnya.


"Kosong"sahut Arsyad.


Hanya satu kalimat yang berhasil keluar dari mulut Arsyad, Arsyad sendiri adalah orang yang dingin, cuek dan tidak terlalu suka dengan basa basi, ia akan menjawab seadanya ketika orang lain bicara.


Hening, tidak ada pembicaraan lagi antara Yusuf dan Arsyad.


Arsyad masih setia berdzikir dengan tasbih yang ada ditangan nya. Sedangkan Yusuf menikmati secangkir teh hangat yang sangat cocok dengan dinginnya malam ini.


"Mau kemana?"Tanya Yusuf yang melihat Arsyad bangkit dari duduknya.


"Kamar" ucapnya sambil berjalan kedalam menuju kamarnya.


"Dasar es" gumam Yusuf.


•••


Seorang gadis cantik dengan hijab rumahannya masih setia mengerjakan tugas tugas kuliahnya ditemani dengan berbagai cemilan.


"Ehhh pegel banget badan gue" ujar nazella.


"Kalo lagi cape sama tugas kuliah gini bawaannya pengen nikah deh biar ada yang nafkahin" gumam nazella sambil menopang dagunya.


"Ngomong apa tadi?" Tanya Risa.

"Ehh mama kapan masuknya".


"Dari tadi, bukannya ngerjain tugas malah bengong, mau nikah pula itu katanya".


"Ehehe becanda maa" ucap nazella disertai kekehannya.


"Kuliah yang bener, masih kecil jangan nikah nikah" ucap mamanya.


"Ell udah besar mah, udah 20 tahun, udah bisa nikah" sahut nazella.


"Mau nikah sama siapa kamu, sama pacar kamu itu".


"Enggak mah".


"Jadi sama siapa".


"Ada orang ganteng".


"Yaa siapa, kayak ada aja yang mau sama kamu" canda Risa.


"Ihh apaan sih mah, udah ah sana ell mau lanjut ngerjain tugas".


Lihat selengkapnya