Antara Doa dan Takdir

Nazwa Nadya
Chapter #4

4

Di sebuah rumah berukuran besar, tampak tiga orang yang sedang menikmati makan malam bersama. Mereka adalah Diro, Risa, dan Nazella.

Sudah menjadi kebiasaan di keluarga ini untuk makan bersama di meja makan, seperti saat ini.

"Kamu masih pacaran sama Adit?" tanya Diro begitu menyelesaikan makan malamnya.

"Masih, Yah."

"Ayah, kan, sudah bilang dari dulu, Zel. Jangan pacaran, fokus belajar dulu," ujar Diro sambil menatap Nazella.

"Tapi Zel tetap fokus kuliah kok, Yah," sahut Nazella, tak mau kalah.

"Nak, kami tahu kamu tetap fokus kuliah. Tapi sesuatu yang dimulai dengan cara yang haram itu tidak baik. Kami juga sering mengingatkanmu kalau pacaran itu dilarang dalam agama kita," Risa ikut menasihati sang anak.

"Mama sama Ayah enggak suka dan enggak setuju ya sama Adit?" tanya Nazella dengan wajah sedikit cemberut.

"Kami bukannya tidak suka atau tidak setuju. Kami hanya tidak mau anak-anak Ayah dan Mama pacaran. Kalau memang jodoh, tidak akan ke mana, kan?"

"Zel ke kamar dulu ya, Yah, Ma."

Tak ingin mendengar nasihat orang tuanya lebih lanjut, Nazella memilih beranjak pergi menuju kamarnya.

"Sebenarnya aku juga enggak mau kayak gini terus," gumam Nazella sambil menopang dagu di kamarnya.

"Tapi kenapa rasanya susah banget buat lepas dari Adit, ya?"

"Kayak ada sesuatu..."

"Apa gue dipelet, ya?"

"Ah, mana mungkin!"

"Gak tahu deh, pusing pala Barbie," keluh Nazella sambil mengacak jilbabnya.

•••

Arsyad berjalan keluar dari sebuah rumah makan. Terkadang, jika sedang malas memasak, ia memilih mencari makan di luar sendirian atau bersama Yusuf, sahabatnya.

Lihat selengkapnya