Antara Doa dan Takdir

Nazwa Nadya
Chapter #6

6

Sinar matahari menyelinap masuk melalui jendela kamar Nazella, mengusik tidur dan membuatnya terbangun.

"Jam berapa ini?" gumam Nazella setengah sadar sambil melihat layar handphone-nya yang menunjukkan pukul 06.30.

Nazella segera merapikan tempat tidur lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Pagi ini, ia berencana menemani mamanya berbelanja ke supermarket.

"Nazellaaaa!" teriak mamanya saat masuk ke dalam kamar.

"Apa, Maaa?" sahutnya sedikit berteriak dari dalam kamar mandi.

"Kamu sudah siap belum?" tanya Risa.

"Bentar, Ma. Masih mandi, sebentar lagi siap," sahut Nazella.

"Ya sudah, Mama tunggu di bawah, ya."

Tanpa menunggu sahutan lagi dari Nazella, Risa turun ke lantai bawah untuk menunggu putrinya bersiap.

"Bik Sari," panggil Risa kepada asisten rumah tangganya.

"Eh, iya, Bu," sahut wanita berusia 45 tahun itu.

"Hari ini biar saya saja yang belanja sama Nazella, ya," beritahu Risa.

"Emang enggak apa-apa, Bu?" tanya Bi Sari.

"Enggak apa-apa, saya lagi ingin belanja saja. Ya sudah, Bi, lanjut kerja lagi, ya," ucap Risa ramah sambil tersenyum.

Risa sangat menghargai Bi Sari karena usianya yang lebih tua darinya. Ia juga kerap membantu jika asisten rumah tangganya itu mengalami kesulitan.

"Udah, Ma, ayo," ucap Nazella sambil menuruni anak tangga.

"Cantik banget anak Mama," puji Risa memperhatikan penampilan putrinya.

Nazella mengenakan rok berwarna ivory yang dipadukan dengan kemeja cokelat serta hijab bernuansa senada.

"Baru nyadar, Ma? Udah ah, ayo berangkat," ajak Nazella tak ingin bertele-tele.

Merekapun keluar rumah dan masuk ke mobil yang sudah ditunggu oleh sopir pribadi mereka.

"Ayo, Pak, jalan."

"Baik, Bu."

Mobil pun melaju menuju supermarket langganan Risa.

Pagi ini, Arsyad juga sudah rapi dengan penampilannya. Ia mengenakan celana bahan berwarna hitam dan kemeja lengan panjang cokelat yang digulung rapi di bawah siku. Tatanan rambut model belah tengah semakin menambah kesan tampan pada dirinya.

"Udah, yuk, Mar," ucap Yusuf yang mengenakan celana bahan hitam dan kaus abu-abu.

Merekapun masuk ke mobil dan melaju menuju pesantren milik kakek Arsyad. Di tengah perjalanan, Arsyad membelokkan mobilnya ke toko buah untuk membeli oleh-oleh bagi kakek dan neneknya.

Setelah itu, Arsyad kembali melanjutkan perjalanan menuju pesantren yang memakan waktu sekitar 30 menit.

Lihat selengkapnya