Hari telah berganti, menjadikan malam yang ditunggu tunggu para remaja, apalagi jika bukan malam Minggu. Malam dimana para remaja akan menghabiskan waktunya untuk bersama sang pujaan hati, seperti Adit dan nazella sekarang.
Mereka duduk berdua dikursi yang tersedia didepan teras rumah nazella, sebenarnya nazella sangat malas untuk seperti ini, namun dirinya tidak enak hati untuk menolak ajakan dari sang kekasih.
Sambil berbincang mereka menikmati makanan yang sebelumnya mereka beli dari luar, dimeja tengah tengah antara mereka, sudah ada beraneka jajan kesukaan nazella, seperti dimsum mentai, susu full cream, dan cireng.
Lima tahun bersama, Adit sudah sangat hafal dengan apa saja yang menjadi kesukaan kekasihnya ini.
"Zel, kamu sabar kan nunggu aku?" Tanya Adit.
"Iyah dit, aku sabar kok" ucap nazella.
"Aku cuman takut aja, kalo kamu gak yakin sama aku, terus kamu nyari cowo lain yang lebih segalanya dari aku" ucap Adit dengan wajah senduhnya sambil menatap wajah nazella.
"Gak bakalan dit, aku bakalan sama kamu terus" sahut nazella.
"Sebenernya gue emang gak yakin sih sama lo, ditambah lagi makin hari makin hambar perasaan gue ke lo" batin nazella.
"Mulai bulan depan aku bakalan nabung buat seriusin kamu"
"Hmm iyah" sahut nazella dengan senyum tipis diwajahnya.
"Perasaan dari dulu ngomong gitu tapi gak ada hasilnya" batin nazella.
"Nazellaaa, udah malam nakk" panggil Risa dari dalam rumah.
"Iyah mah" sahut nazella.
Jam sudah menunjukkan pukul 22.00, Risa dan diro memang mengizinkan Adit datang kerumah asal tidak melakukan yang macam macam kepada anaknya, sebenarnya mereka sudah mencoba melarang Adit untuk datang kerumahnya, namun nazella sedari dulu selalu kekeh untuk mendapatkan izin agar Adit bisa kerumahnya, alhasil mereka hanya menuruti permintaan sang anak dengan syarat tidak melakukan yang aneh aneh.
"Yaudah aku pulang dulu yaa" ucap Adit sembari bangkit dari duduknya.
"Iyah, kamu hati hati yaa"
"Zel" panggil Adit sambil menunjuk pipinya seolah memberi isyarat untuk mencium nya.