Antara Doa dan Takdir

Nazwa Nadya
Chapter #8

8

Suasana Minggu pagi itu terasa begitu tenang. Cahaya matahari hangat menerobos melewati jendela dapur, memantul di atas meja kaca yang sudah dibersihkan. Aroma kopi hitam milik Dirho masih tertinggal tipis di udara, berpadu dengan hembusan angin segar yang membawa harum daun basah dari halaman rumah.

Nazella masih berdiri di ambang pintu dapur sembari mengucek matanya yang agak mengantuk. Rambut panjangnya terikat asal-asalan. Di depannya, Sang Mama sudah siap dengan celemek kain bermotif bunga matahari yang terikat rapi di pinggang.

"Udah bangun? Sana cuci muka dulu, terus bantuin Mama," ucap Sang Mama sambil menyunggingkan senyum.

"Iya, Ma. Mama mau bikin apa rupanya?" tanya Nazella sambil berjalan menuju kamar mandi di area dapur.

"Mumpung hari Minggu, Mama lagi pengin buat chocochip cookies."

"Serius, Ma?" tanya Nazella bersemangat.

"Iya, dong. Makanya, sini bantuin Mama."

"Bik, kalau udah selesai masaknya, Bibik bisa istirahat dulu, ya," ucap Risa kepada asisten rumah tangganya.

"Eh, iya, Bu."

Lihat selengkapnya