Antara Doa dan Takdir

Nazwa Nadya
Chapter #9

9

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillahi robbil 'alamin, wassholatu wassalamu 'ala asyrofil ambiya'i wal mursalin, wa 'ala alihi wa sohbihi ajma'in. Amma ba'du.

Teman-teman remaja dan anak muda yang dicintai Allah SWT,

Jika kita bicara tentang anak muda zaman sekarang, rasanya seru sekali. Anak muda hari ini hidup di era yang luar biasa: teknologi makin canggih, informasi serba cepat, dan peluang untuk berkarya terbuka di mana-mana. Namun, di balik semua kemudahan itu, tantangannya juga tidak kalah besar.

Distraksi ada di mana-mana. Dari layar ponsel yang kita pegang setiap hari, godaan FOMO (Fear of Missing Out), tekanan sosial, sampai rasa galau akan masa depan. Tidak jarang anak muda sekarang merasa lelah secara mental, bingung arah tujuan, atau bahkan terlarut dalam kesenangan sesaat hingga lupa waktu.

Padahal, tahu tidak teman-teman? Dalam Islam, usia muda adalah aset paling berharga. Rasulullah SAW pernah bersabda:

"Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu." (HR. Al-Hakim)

Anak muda bukan sekadar penonton zaman, melainkan pemegang kendali masa depan. Sejarah Islam mencatat bahwa perubahan-perubahan besar justru dimotori oleh anak muda.

Lihatlah Usamah bin Zaid, di usia 18 tahun sudah dipercaya Rasulullah memimpin pasukan perang.

Lihatlah Muhammad Al-Fatih, di usia 21 tahun sudah mampu menaklukkan Konstantinopel.

Mereka bukan anak muda tanpa masalah, melainkan mereka yang memilih untuk fokus pada kualitas diri daripada sekadar mengejar tren.

Lalu, bagaimana caranya jadi anak muda yang keren di mata manusia sekaligus dicintai Allah?

Lihat selengkapnya