Sunyi dan gelapnya malam perlahan berganti diiringi suara kokok ayam yang saling bersahutan. Hembusan angin segar berpadu dengan suara azan Subuh yang berkumandang, menandakan waktu salat Subuh telah tiba bagi umat Islam.
Seorang gadis berpiyama dengan rambut acak-acakan membuka matanya perlahan. Ia adalah Nazella Almira.
Nazella bangkit dari tidur lalu mengambil posisi duduk, dengan selimut yang masih menutupi seluruh kakinya.
"Udah Subuh ternyata. Mandi dulu lah, habis itu salat," gumam Nazella. Ia bangkit dan melangkahkan kaki jenjangnya menuju kamar mandi.
Setelah mendengarkan ceramah singkat dari Arsyad, timbul keinginan dalam diri Nazella untuk memperbaiki kualitas dirinya—dimulai dari memperbaiki waktu salatnya.
Suara guyuran air dari dalam kamar mandi Nazella terdengar santai, tidak terlalu berisik.
Tak terasa, Nazella sudah selesai mandi. Ia membuka lemari yang menampilkan berbagai jenis pakaian miliknya, lalu mengambil mukena berwarna cokelat muda di rak teratas.
Setelah itu, Nazella menunaikan salat dua rakaatnya dengan khusyuk.
•••
"Tumben jam segini udah bangun?" ucap Risa sambil melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 05.30.
"Iya, tadi Zel salat Subuh, makanya udah bangun," jawab Nazella sambil duduk di kursi dapur.
"Kamu salat? Kesambet apa anak Mama ini?" ucap Risa sedikit terkejut.
"Apaan sih, Ma. Orang salat kok dibilang kesambet."
"Ada apa ini?" tanya Diro yang baru saja turun dari tangga.