ANTARCHAYA

mahes.varaa
Chapter #10

BERGERAK PART 1

Sejak kesepakatan itu dibuat, Arka dan Nara saling bertukar nomor ponsel. Mereka mulai saling berkirim pesan sebagai langkah awal untuk saling mengenal. 

Awalnya, percakapan mereka terasa singkat dan canggung. Topik yang dibahas pun sederhana, mulai dari cerita semasa sekolah, pengalaman kuliah, hingga kesibukan masing-masing. Namun, seiringnya berjalannya waktu, kecanggungan yang semula menjadi jarak perlahan mencair. 

Percakapan mereka mengalir begitu saja. Tak ada lagi rasa sungkan ataupun canggung. Isi pesannya mungkin masih sederhana—sekadar menanyakan apakah sudah makan, mengucapkan selamat pagi, atau berbagi cerita kecil tentang hari yang sedang dijalani. Namun, perasaan yang menyertai setiap pesan itu sudah berbeda. 

Lebih hangat. Lebih dekat. 

Pendekatan Arka kepada Nara pun tak berhenti hanya melalui pesan singkat. Sejak memutuskan bahwa tujuan akhirnya adalah menikahi perempuan itu, Arka mulai terang-terangan datang ke rumah Nara. Ia bahkan menjelaskan niatnya secara langsung kepada Widayu—ibu Nara dan Nanda. 

Sama seperti yang pernah diceritakan Nanda, Widayu bukan tipe ibu yang membuat aturan berlebihan. Selama seseorang tahu batasan dan memahami tanggung jawabnya, perempuan itu adalah sosok yang hangat, terbuka, dan cukup fleksibel.

“Bisa dibilang Mbak Nara itu anak kesayangan Ibu,” ujar Nanda suatu siang ketika makan bersama Arka. 

“Serius?” Arka membulatkan matanya karena terkejut. 

Ia sudah tahu bahwa Gina adalah anak yang paling disayang Saeful, ayah mereka. Namun, ia sama sekali tak menyangka kalau Nara justru menjadi anak yang paling dekat dengan sang ibu. 

Menurut Nanda, ada alasan yang membuat hal itu terjadi. Saat Widayu berpisah dengan Saeful, perempuan itu mendadak harus menjadi kepala keluarga yang membesarkan ketiga anaknya seorang diri. Masa-masa itu bukanlah masa yang mudah. 

Untuk mencukupi kebutuhan hidup, Widayu harus menjalani beberapa pekerjaan sekaligus. Setiap dini hari ia membuat kue untuk dititipkan di beberapa koperasi sekolah. Siang harinya bekerja sebagai penjahit. Menjelang sore hingga malam, ia kembali sibuk di dapur menyiapkan adonan dan bahan dagangan untuk dijual keesokan harinya. 

Di masa-masa paling berat itulah, orang yang selalu berada di samping Widayu adalah Nara. Bahkan, tanpa diminta, ia rela mengorbankan sebagian masa remajanya untuk membantu sang ibu. 

Nara ikut bangun sebelum subuh untuk menyiapkan dagangan. Setelah pulang sekolah, ia mengerjakan pekerjaan rumah, mulai dari mencuci, menyetrika pakaian seluruh anggota keluarga, hingga menyelesaikan tugas sekolahnya sendiri. Menjelang sore, ia kembali membantu Widayu di dapur sampai larut malam. 

Sementara itu, Gina tak mampu banyak membantu. 

Sejak kecil tubuhnya memang lemah. Jika terlalu lelah, ia mudah jatuh sakit, dan keadaan itu justru akan semakin merepotkan. Karena itulah Widayu tak pernah meminta anak keduanya untuk bekerja sekeras Nara. 

Tak hanya rajin membantu, Nara juga dikenal sangat disiplin. Ia hampir tak pernah melanggar aturan yang dibuat ibunya, terutama soal jam malam. Kalaupun terpaksa terlambat, ia selalu mengabari lebih dulu dan menjelaskan alasannya. 

Berbeda dengan Gina, yang berkali-kali pulang larut malam tanpa kabar sehingga membuat Widayu cemas semalaman. 

“Jadi sekarang Bapak tahu, kan, kenapa Mbak Nara begitu disayang Ibu?” ujar Nanda mengakhiri cerita singkatnya. 

Arka mengangguk pelan. Kini ia mengerti. Tanpa sadar, perempuan yang mulai mengisi hatinya itu telah lama menjadi tiang penyangga bagi keluarganya. 

Semakin dekat dengan Nara, semakin banyak sisi dirinya yang menarik perhatian Arka. 

Perempuan itu sebenarnya hangat dan penuh perhatian. Pengamatannya tajam, ingatannya kuat. Hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian orang lain justru mudah ditangkap olehnya. Bahkan, beberapa kali Nara menyadari tangan Arka yang gemetar setiap kali berkunjung ke rumahnya. 

“Kenapa tiap datang ke sini tanganmu selalu gemetar?” tanya Nara suatu hari. “Jangan bilang kamu lagi tatap-tatapan sama pocong sampai kaku gitu?” 

Lihat selengkapnya