ANTARCHAYA

mahes.varaa
Chapter #23

PELUANG, WAKTU, DAN HARAPAN PART 2

Tok … Tok! 

Tongkat di tangan Subrata kembali mengetuk tanah. Pemandangan di hadapan Arka berubah sekali lagi. 

Enam bulan setelah hari itu, Subrata mengembuskan napas terakhir. Ia pergi membawa dua rahasia besar: masa depan yang diintipnya … dan keputusan kecil yang diambilnya demi menyelamatkan cicitnya. Ia meninggalkan dunia dengan satu doa sederhana: semoga pilihan kecilnya mampu membuka jalan menuju masa depan yang berbeda.

Setahun kemudian, Widayu kembali ke rumah ibunya dalam keadaan hamil besar. Di sampingnya, Nara kecil menggenggam erat tangannya. 

Hari itu, tanpa sebab yang jelas, Widayu tiba-tiba mengidam ingin memakan ikan masa dari kolam peninggalan almarhum Subrata. 

Salah satu ikan mas pun ditangkap. Tak seorang pun mengetahui bahwa ikan itulah tempat Subrata menyimpan anugerah milik Nara selama ini. Dan di sanalah … sesuatu yang bahkan tak pernah diperkirakan oleh Subrata akhirnya terjadi. 

Keputusan kecil yang diambilnya justru membuka kemungkinan baru. 

Anugerah itu kembali berpindah. Namun bukan kepada Widayu. Melainkan kepada kehidupan lain yang sedang tumbuh di dalam rahimnya. Kepada seorang bayi yang masih suci, yang belum pernah melihat dunia. Seorang bayi yang kelak akan lahir ke dunia … Gina. 

Pemandangan di hadapan Arka kembali berputar dengan cepat. Ia menyaksikan bagaimana semua yang seharusnya menjadi milik Nara perlahan berpindah kepada adiknya—Gina. 

Dimulai dari kasih sayang sang ayah, perhatian orang-orang di sekitarnya, hingga perlakuan istimewa yang dulu seharusnya diterima Nara. Sejak kecil, Gina memang tumbuh dengan tubuh yang lemah dan sering sakit. Karena itulah, Nara sebagai kakak selalu diminta menjaga dan mengalah demi sang adik. 

Waktu terus bergerak. 

Nara yang tumbuh di masa ini benar-benar berbeda dari sosok yang pernah diintip Subrata di masa depan. Ia menjadi gadis pendiam, menutup diri dari orang lain, dan tampak rapuh. Tidak ada sedikitpun bayangan gadis dingin yang kehilangan hati seperti dalam gambaran sebelumnya. 

Perputaran waktu akhirnya melambat ketika Nara berusia empat belas tahun. 

Di usia itulah ia menjadi orang pertama yang mengetahui rahasia kelam ayahnya. Dan sejak saat … masa depan mulai bergeser. Bukan hanya satu kejadian yang berubah, melainkan serangkaian peristiwa lain ikut berubah bersamanya. 

Nara yang dalam gambaran pertama tumbuh menjadi penerus sang ayah, kini justru menjadi orang yang paling membencinya. Dialah yang membongkar rahasia Saeful kepada Widayu. Perjanjian dengan iblis itu terungkap jauh lebih cepat daripada yang pernah dilihat Subrata, memberi Widayu kesempatan untuk melindungi ketiga anaknya sebelum semuanya terlambat. 

Sejak penemuan itu, Widayu membawa Nara, Gina, dan Nanda kembali Purwadipa untuk mencari perlindungan kepada keluarganya. 

Namun harapan itu pupus. 

Tak seorang pun mempercayai ucapannya. Tak ada yang mau menerima bahwa Saeful telah bersekutu dengan iblis. Semua orang tertipu oleh penampilan, tutur kata, dan sikap pria itu—-persis seperti yang dulu dialami Widayu. 

Mereka lebih mempercayai cerita Saeful, yang mengatakan bahwa istrinya meninggalkannya karena tidak sanggup menghadapi usahanya yang sedang berada di ambang kebangkrutan. 

Pada akhirnya, Widayu dan ketiga anaknya justru diusir dari rumah keluarganya sendiri. Mereka dianggap durhaka, tidak tahu berterima kasih, dan telah menelantarkan seorang suami yang sedang jatuh.

Lihat selengkapnya