Perjalanan ke kerajaan Dospodamida dilakukan nonstop dan hanya mengganti kuda-kuda di setiap kota-kota yang dilewati dan di bawah kekuasaan Magadorr, sehingga dalam waktu satu bulan rombongan panglima Soralogam telah sampai di perbatasan kota Dedospodan, IbuKota Dospodamida.
Selama dalam perjalanan Jake tidak khawatir dari perbuatan curang orang-orang Magadorr. Baju tempur melindunginya dan kaca helm menutupi wajahnya selama tidur sekalipun, sehingga dia aman.
Tetapi rupanya pihak Magadorr pun tidak ada yang coba-coba melakukan kecurangan karena tahu akan sia- sia saja.
Jake mendengar bahwa pasukan yang bersiaga di perbatasan telah melakukan serangan yang dipimpin langsung oleh pangeran Burila Durr.
Sekarang Jake tahu, putra mahkota kerajaan Magadorr tidak hadir pada puncak festival puja karena ternyata berangkat ke perbatasan wilayah Magadorran dengan Dospodamida.
Iring-iringan kereta dan tentara yang mengawalnya telah tiba di Ibukota dan langsung diarahkan masuk ke jantung kota yang telah porak-poranda dilanda perang.
Sepanjang jalan yang dilalui, Jake melihat kehancuran akibat perang melalui jendela kereta.
Tampak di depan mata Jake, pertempuran yang baru saja usai, karena kebakaran masih berkobar di beberapa bangunan.
GRETAK, GRETAK ....
Suara si jago merah memakan kayu-kayu kereta dan kayu bangunan hingga menjadi arang.
Banyak bangunan telah hancur berantakan. Kereta- kereta perang dilalap oleh si jago merah menimbulkan asap hitam membumbung ke atas.
Bangunan yang telah bobol sudah bisa dipastikan oleh Jake itu akibat hantaman peluru meriam. Puing-puing telah meluluhlantakkan kota yang semula Jake yakin adalah bangunan-bangunan yang besar dan indah, ini terlihat dari sisa bangunan yang masih tegak.
Banyak pula tampak tentara yang tewas dari kedua pihak dan masih bergeletakan di jalan. Demikian pula kuda-kuda yang terkapar berkubang darah.
Tombak, pedang tameng, bahkan bedil berserakan begitu saja ditinggal mati pemiliknya.
Tetapi di pihak Dospodamida tentu saja lebih banyak korban. Mereka kebanyakan tewas oleh luka tembak senjata api.
Bahkan bau sisa pembakaran mesiu masih tercium di udara.
Tidak heran karena dengan kekuatan tempur seperti kerajaan Magadorran dengan mudah mengalahkan tentara kerajaan Dospodamida.
Menurut informasi yang Jake turut dengar dan disampaikan kepada Soralogam, adipati Dospodamida bernama Podorkin yang juga pangeran di Dospodamida, saat ini telah digelandang di alun-alun dalam keadaan dibelenggu kedua tangannya.
Pemimpin tertinggi di Despodamida akan dipenggal kepalanya dan menunggu Burila Durr yang akan melakukan eksekusinya langsung.
Ketika Jake turun dan kereta kuda, pangeran Burila Durr telah berdiri di atas sebuah lapangan yang letaknya lebih tinggi dari tanah di sekitarnya.
Soralogam telah berdiri di sisi Burila Durr yang tengah dikawal beberapa orang tentara.
Sementara itu beberapa orang yang dalam keadaan tangannya dibelenggu telah didudukkan pula menanti giliran dipancung. Seorang bertubuh tinggi besar berdiri dan bertelekan pada sebuah pedang besar. Ukuran mata pedang itu lebih besar daripada pedang biasa. Rupanya dia seorang algojo.
Semua para pesakitan dalam keadaan mengenaskan. Baju zirah mereka telah robek dan beberapa orang terluka parah dengan darah yang telah mengering dan tanpa diobati. Debu telah menempel di kulit mereka bercampur dengan keringat dan darah.
Burila Durr mengacungkan pedangnya ke langit dan di bawah kakinya ada orang dalam keadaan kedua
tangan dibelenggu ke belakang dan kepala diletakkan di atas sebuah batu.
Rupanya itu adalah pangeran Podorkin. Tebak
Jake.
Pangeran itu bertelanjang dada, sehingga tampak
tubuhnya kotor oleh debu yang telah bercampur dengan darah kering. Meskipun demikian terlihat dia tegar dan tanpa menunjukkan rasa takut sedikitpun.
“Ini adalah akibat yang pantas kalian terima!” Teriak Burila Durr ditujukan kepada orang-orang yang berdiri ketakutan di pinggir lapangan. “Karena telah berkhianat kepada Magadorr Raya!”
Mereka juga rupanya para tawanan yang telah digiring oleh tentara kerajaan Magadorr untuk dipaksa menonton pelaksanaan eksekusi ini.
TUING!
Tiba-tiba Jake dikejutkan oleh sebuah nada pesan masuk.
Pada saat itu ada pesan masuk pada komputer Jake di helmnya. Dan hanya Jake yang bisa membaca pesan yang ternyata dari Kirani.
Ini pun merupakan petunjuk keberadaan Kirani tidak jauh dari tempat itu, karena komunikasi hanya bisa dilakukan pada area yang tidak jauh.
Tentu saja Jake menyempatkan baca pesan itu: “Pangeran Radb Podorkin adalah suami Putri Malikan. Kita harus selamatkan dia. Aku akan datang sementara kau selamatkan pangeran!”
Jake terkejut membaca fakta ini, tetapi di saat genting seperti ini tentu saja dia hanya percaya kepada Kirani.
Pada saat itu pula Burila Durr menjadi algojo langsung dengan tangannya sendiri untuk mengeksekusi Pangeran Podorkin. Dia telah mengayunkan pedangnya, tetapi tiba-tiba terdengar suara mendesing keras di angkasa.
SIIING!
Suara keras mengakibatkan ayunan tangan Burila Durr tertunda!
Jake langsung berlari ke arah pangeran Podorkin karena dia tahu itu adalah luncuran peluru cahaya dari sebuah cetbang.
Suara berdesing itu disusul datang cahaya biru menyilaukan yang jatuh dari angkasa.
DUARRR!
Terjadi ledakan dahsyat di dekat mereka. Tetapi setiap orang hanya mampu berdiri saja.
Setelah ledakan reda, terlihat Burila Durr melindungi diri dan dikepung para tentaranya yang berjaga-jaga melindungi Burila dari serangan berikutnya.
Pada saat itu pula Jake telah menyeret Podorkin pergi menjauh. Jake menuntun pangeran Podorkin sambil memegang pistol untuk siap ditembakkan dan melindungi pangeran yang juga terkejut tetapi ikut saja diseret oleh Jake dalam keadaan masih dibelenggu.
“Saya teman anda,” Ujar Jake. “Anda akan saya bawa ke tempat yang aman.“
Pangeran Podorkin tidak berkata sepatah katapun ketika lengannya diseret oleh Jake pergi menjauh dari tempat itu.
BRUUM!
Pada saat seperti itu datang T2000 yang ditunggangi Kirani. Kirani tiba sambil membonceng seseorang.
Kirani memacu kuda besinya ke arah Jake. Setelah berada di tempat Jake berdiri.
Lalu Kirani bergegas memberikan cetbang ke tangan Jake, sementara orang yang dibonceng buru- buru turun lalu berlari ke arah pangeran Podorkin.
Orang itu langsung memutus ikatan tali-tali di tubuh pangeran Podorkin dengan sebuah belati. Setelah pangeran terlepas dari ikatan, lalu dia dibantu duduk di atas boncengan yang telah dikosongkan oleh orang itu.
Setelah pangeran duduk dan berpegangan pada pundak Kirani. Kirani segera memacu dan membawa pergi pangeran dari tempat itu.
BRUUM!
Kirani tancap gas sambil membawa lari pangeran Podorkin sekencang-kencangnya.
Di saat yang sama Jake terus melindungi pelarian mereka dengan tembakan cetbang dan pistol yang membuat kocar-kacir pasukan kerajaan Magadorr.
Cetbang oleh Jake dipegang pada tangan kanan, sedangkan pistol ubah-bentuk di tangan kiri.
BLAR!
SIIING, SIIING!
Burila Durr terpaksa dibawa mundur menjauh oleh pasukannya dari arena pertempuran baru.
Sementara itu orang yang datang bersama Kirani telah berada dalam medan pertempuran. Rupanya dia seorang wanita karena sekalipun mengenakan baju zirah dan kepalanya ditutupi kain hitam, tetap terlihat bentuk tubuh seorang wanita.
Wanita ini tanpa rasa takut sedikit pun maju ke medan laga membawa sebilah pedang dan tameng. Rupanya dia seorang petarung juga. Terbukti setiap ayunan atau sabetan pedangnya tidak mudah di atasi oleh lawan.
Bahkan sudah ada beberapa orang yang telah terluka di tangannya.
Seorang Komandan Peleton maju menghadapi wanita itu.
Wanita kesatria ini dihadang ayunan pedang dengan tameng di tangan Sang Komandan. Sementara itu di saat yang sama pedangnya telah mencungkil pedang lawan sampai terlepas dari pegangan.
SRET!
Akibatnya tangan wanita itu berdarah. Rupanya ketika dicungkil musuh, sisi pedang yang tajam melukai tangannya.
Namun wanita itu masih tangguh sehingga ayunan pedang Komandan Peleton berikutnya bisa ditahan dengan tameng yang dia pegang di tangan kiri.