ANTI PARASIT

Ahmad Barnash
Chapter #13

Rahasia Kematian Mama

Suara rintik hujan yang menghantam atap seng kontrakan Bi Imas terdengar seperti ketukan jemari yang tak sabar. Di dalam ruangan sempit berukuran tiga kali empat meter itu, aroma minyak telon dan kayu lapuk menggantung pekat di udara. Cahaya dari lampu neon tunggal yang berkedip-kedip sesekali melemparkan bayangan panjang di dinding semen yang lembap.

Celine duduk di atas tikar plastik yang mulai mengelupas, matanya menatap cangkir teh hangat yang sudah mendingin. Di hadapannya, Bi Imas duduk bersimpuh dengan tubuh gemetar hebat.

"Bibi tidak harus takut lagi," bisik Celine, suaranya sangat lembut namun menyimpan ketegasan yang tak terbantahkan. Ia meraih tangan kasar Bi Imas, merasakan dingin yang menjalar dari jemari wanita tua itu. "Aku di sini bukan untuk menyalahkan Bibi. Aku di sini untuk mencari keadilan yang selama ini direnggut dari kita."

Air mata Bi Imas luruh seketika, mengalir membasahi pipinya yang berkerut.

"Maafkan Bibi, Non Celine... seumur hidup Bibi tidak akan pernah tenang," ratap Bi Imas dengan suara serak, dadanya naik turun menahan beban rasa bersalah yang luar biasa. "Bibi bodoh... Bibi begitu bodoh sampai tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi saat itu."

Jantung Celine berdegup kencang. Ia mendekatkan tubuhnya, menatap lekat-lekat sepasang mata Bi Imas yang memerah.

"Apa yang sebenarnya terjadi, Bi?" desak Celine pelan. "Tolong katakan padaku. Apa yang dilakukan Miranda pada Mama sebelum meninggal?"

Bi Imas menarik napas panjang yang tersengal-sengal, mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya.

"Beberapa bulan sebelum Ibu meninggal... kondisi kesehatan Ibu tiba-tiba menurun drastis, kan Non?" buka Bi Imas dengan suara bergetar.

"Iya, aku ingat," sahut Celine cepat. "Mama sering mengeluh pusing hebat, badan lemas, dan mendadak kehilangan energi."

"Saat itulah... Nyonya Miranda mulai sering datang ke rumah, bahkan sebelum beliau resmi menikah dengan Tuan Richard," lanjut Bi Imas, merendahkan suaranya hingga nyaris berbisik. "Suatu hari, Nyonya Miranda menemui Bibi di dapur saat rumah sedang sepi. Beliau memberikan satu botol kecil berisi kapsul."

Celine menahan napas. "Kapsul apa, Bi?"

Lihat selengkapnya