ANTI PARASIT

Ahmad Barnash
Chapter #20

Ancaman Terang-terangan

Koridor rumah sakit di seberang ruang perawatan Richard mendadak terasa mencekam. Langkah kaki Leon yang terburu-buru meninggalkan area ICU berhenti tepat ketika ia menemukan Miranda di sudut kantin yang sepi.

"Ma! Bahaya besar, Ma!" bisik Leon dengan napas memburu, matanya melirik liar ke sekeliling.

Miranda meletakkan cangkir kopinya di meja. "Pelankan suaramu, Leon. Ada apa?"

"Aku menguping di luar kamar Papa tadi!" sergah Leon setengah berbisik. "Celine membawa Bi Imas ke dalam! Wanita tua itu menceritakan semuanya soal kapsul suplemen racun yang Mama berikan dulu!"

Wajah Miranda yang biasanya dihiasi senyum keibuan seketika mengeras. Topeng keanggunannya runtuh dalam hitungan detik.

"Bi Imas tidak punya bukti apa-apa," desis Miranda dingin.

"Dia punya, Ma! Dia menyerahkan kertas hasil tes laboratorium medis almarhumah!" potong Leon panik. "Dan Papa percaya sepenuhnya! Besok pagi Celine dan Papa berniat menyerahkan surat wasiat asli, rekaman suara, dan bukti tes darah itu ke Pak Hendra, pengacara mereka!"

Miranda mematung. Di kepalanya, skenario demi skenario berjalan cepat. Jika dokumen-dokumen itu sampai ke tangan hukum, seluruh imperium yang hampir ia kuasai akan lenyap, dan jeruji besi sudah menunggunya.

"Cari Celine," perintah Miranda, suaranya sangat tenang namun dipenuhi getaran mematikan. "Bawa dia ke tangga darurat lantai tiga. Sekarang."

Celine baru saja keluar dari apotek rumah sakit ketika Leon tiba-tiba menghadang langkahnya. Pria itu tidak lagi berpura-pura ramah. Dengan kasar, Leon mencengkeram lengan Celine.

"Ikut aku sekarang, Celine," tegasi Leon tajam.

"Lepaskan tanganku, Leon! Apa-apaan ini?!" bentak Celine seraya berusaha menepis cengkeraman itu.

Lihat selengkapnya