Raungan sirene polisi yang mengepung halaman depan rumah kolonial masih terdengar bersahut-sahutan di balik jendela kaca yang tinggi. Di dalam ruang keluarga yang berantakan, atmosfer mendadak membeku seiring derap langkah sepatu lars polisi yang mengamankan seluruh area.
"Tetap di posisi! Jangan ada yang bergerak!" bentak seorang petugas polisi bersenjata sambil menekan tubuh Kevin ke lantai marmer.
Kevin telah ditahan gerakannya, kedua tangannya diborgol erat di punggung. Besi silinder yang tadi ia genggam kini disita oleh petugas. Di sudut lain, Leon berdiri kaku dengan wajah seputih kapas di bawah kawalan dua petugas, sementara Bianca terduduk lemas di sofa.
"Lepaskan aku! Aku tidak tahu apa-apa! Ini semua ulah Celine!" jerit Bianca histeris, air matanya merusak riasan tebalnya saat seorang polwan memborgol tangannya.
"Selamat malam, Pak Richard," potong Inspektur polisi yang memimpin penggerebekan, melangkah maju memegang sebuah komputer tablet. "Sesuai laporan dari Saudari Celine, kami telah memantau siaran langsung dari kamera tersembunyi di ruangan ini."
Di samping polisi, Celine mengetuk layar ponselnya, menghubungkan proyeksi layar nirkabel ke televisi pintar berukuran besar di dinding ruang keluarga. Layar itu berkedip, lalu menampilkan rekaman video beresolusi tinggi dengan sudut pandang dari atas rak buku perpustakaan.
Suara Miranda yang melengking penuh kebencian dari rekaman itu kini menggema memenuhi seluruh penjuru ruangan melalui pengeras suara televisi:
"Begitu kau mati malam ini, aku akan memastikan kematianmu terlihat seperti kecelakaan tragis... Richard yang sekarat di rumah sakit tidak akan punya kekuatan untuk menyelidiki apa pun."
"Itu... itu bukan aku! Itu editan video! Rekayasa suara!" jerit Miranda panik, menunjuk-nunjuk televisi dengan tangan gemetar. "Mas, jangan percaya!"
Namun rekaman itu terus berputar, tak kenal ampun, menampilkan adegan Miranda yang berteriak histeris mengakui dosa terbesarnya:
"Kalau dulu aku bisa membunuh ibumu dengan racun dosis rendah itu... aku juga bisa membunuhmu malam ini!"