Anubis : Vendetta Code A

Souvarrel Hellvaelumgladriaxus
Chapter #1

Chapter 01 - A

01 - A

Seorang wanita sedang mengerjakan tugas yang seharusnya bukan pekerjaannya. Ia membantu pelacakan pesan yang didapat seorang Jutawan. Dalam dunia bisnis, persaingan dalam memasarkan produk sangatlah keras, tak jarang persaingan itu saling berkompetisi dengan keras hingga menumpahkan darah. Begitu juga yang kini diterima oleh seorang pria, dia mendapat pesan elektronik yang berisi tentang hari, tanggal dan waktu kematiannya dari surel yang tak diketahui, tentu saja ini adalah pesan teror yang meresahkan si korban.

Najendra adalah polisi yang bertugas dalam Divisi Kriminal tengah coba memecahkan banyak kasus biasa, atasannya memaksa ia menunda kasus-kasus itu dan memintanya fokus untuk mengatasi masalah ini. Itulah alasan yang membuat dia bergabung dalam Divisi informasi dan melakukan pelacakan, tugas ini tak selesai di kantor yang memaksanya untuk melanjutkan semuanya di rumah. 

Semua waktu kehidupannya benar-benar tersita, tak ada waktu luang dan waktu senggang untuk hal yang tak penting bagi gadis ini, apa yang dia kerjakan seharian adalah melakukan pekerjaan yang mengabdikan hidupnya pada rakyat dan negara.

Saat ini, Najendra sedang melakukan pelacakan, seseorang yang mengirim surat teror itu sengaja tak menghapus alamat kirim dan jalur servernya. Pelaku tersebut seolah sengaja ingin dilacak dan menantang polisi untuk menemukan dirinya, sayang sekali kesulitannya luar biasa. Tak mudah untuk melakukan pelacakan pada surel tersebut.

Ini seolah kau ingin menangkap ikan dengan tangan kosong, meski ikan tersebut sudah tepat di depan mata, saat kau bergerak sedikit saja, maka ikan itu akan segera menjauh melarikan diri. Dia jelas-jelas melihat sumber pengiriman pesan itu, tapi ketika akan melakukan penelusuran lokasi pastinya, alamat pengirim itu akan bergerak. 

Saat Najendra merasa stres dan frustrasi seperti itu, dia melihat pada layar komputernya ada satu pesan yang baru saja masuk pada layanan aplikasi chat onlinenya, ia segera mengklik ikon pesan. Di dalam pesan itu berbunyi

Derrick : Kami menemukan empat surel baru dengan isi pesan yang sama, lokasinya berada di empat titik yang berbeda. Akan kuperlihatkan lokasi-lokasinya. 

Lalu terkirim pesan baru dengan sebuah peta negara. Seluruh pesan itu diperkirakan berada di luar kota, salah satu pesan berada di dalam kota. Wanita itu memijat keningnya sesaat memandangi peta yang baru saja terkirim itu, ini menjadi semakin sulit lagi. Tak lama kemudian Najendra mengetik balasan. 

Najendra : Orang ini hanya mempermainkan kita, itu tak bisa dilacak dan aku tak tahu bagaimana bisa. Adapun ketika setelah dapat terlacak, selalu mengarah ke Kantor Pusat Kepolisian. Aku tak tahu bagaimana caranya orang ini melakukan semua hal memusingkan seperti ini.

Ia agak bingung saat menulis kalimat itu, Najendra sampai menyangga kepalanya dengan tangan kiri, tatapan matanya fokus ke layar. Beberapa detik pesan terkirim, balasan segera sampai.

Derrick : Ya, kau benar. Itu selalu keluar dari titik awal pelacakan, tapi setiap pesan sama terkirim selalu bersumber di titik yang sama. Aku kira orang ini sedang mengacaukan jaringan pelacakan kita. 

Najendra tanpa sadar menggigit kukunya saat membaca balasan itu, ia kemudian mengetikkan balasan. 

Lihat selengkapnya