Anubis : Vendetta Code A

Souvarrel Hellvaelumgladriaxus
Chapter #2

Chapter 02 - Aldrich dan Najendra

02 - Aldrich dan Najendra 

Siang ini, Eddie Jordan akan melakukan pertemuan bersama dengan kolega usahanya. Najendra diikut sertakan bersama regu pengawal pribadi untuk mengawalnya selama seharian ini, hari tanggal kematian pria paruh baya itu sudah ditetapkan oleh si peneror. 

Maka sejak pagi, Derrick terus menelepon Najendra. Ponsel yang terus-menerus berdering membuat wanita itu mau tak mau segera bangun, ia berangkat menuju rumah elite milik klien kali ini. Saat ini sudah pagi di mana langit sudah cerah, kegelapan telah sirna sepenuhnya. Najendra sudah memakai pakaian formal, di balik jas hitamnya terselip sebuah pistol. 

Dia melirik sekitar, total di aula ini ada sekitar tiga puluh pria dan wanita sebagai pengawal. Mereka dibariskan dan seseorang sedang memberikan pengarahan, Najendra tak menyimak tentang apa-apa saja yang disampaikan kepada semua orang. 

Tentunya dia bisa menduga intinya. Apa pun yang terjadi, keselamatan Eddie Jordan adalah prioritas utamanya, jangan pernah turunkan penjagaan, harus selalu waspada dan curiga terhadap segala hal. Pastikan sesuatu dan sarana yang akan digunakan dan dilewati Eddie sudah aman, itulah intinya. 

Saat ini, Najendra memerhatikan satu-persatu pria dan wanita yang menjadi pengawal, katanya mereka adalah orang-orang profesional dalam menembak dan bertarung, semua sudah dipilih melalui seleksi dan identitas semuanya sudah dikonfirmasi. 

Sebagian dari mereka adalah berasal dari pemerintahan, ada beberapa polisi pro dan tiga orang berasal dari militer, sisanya bekerja sebagai pengawal pro yang bisa disetarakan dengan pengawal presiden. 

Semua tampak meyakinkan, tapi ia merasa aneh dengan beberapa penampilan orang-orang di sini. Seorang pria tinggi, pada wajahnya terdapat banyak tindik dan memiliki banyak anting, ada dua atau tiga wanita yang berganti pakaian bersamanya memiliki tato dan lambang khusus. 

Ada rambutnya yang berwarna silver dan seorang pria tinggi kurus berambut panjang sebahu. Tanpa pakaian formal ini, mereka tak memiliki penampilan layaknya pengawal. Dia penasaran dengan mereka yang mencolok seperti itu, apa tugas dan pekerjaan mereka yang sebenarnya. 

"Entah kenapa aku merasa, dengan entah bagaimana caranya, seseorang berhasil menyusup dan menyamar di antara orang-orang itu." Najendra punya pemikiran seperti itu, dia curiga terhadap beberapa orang. Dan siapa sangka kecurigaannya mungkin akan terbukti dengan tepat.

 Pria yang memberikan arahan itu kemudian mengakhiri penjelasannya. Semua sudah mendapat pos masing-masing. Beberapa orang berangkat terlebih dulu. 

"Melelahkan sekali ya, harus bangun lebih awal dari yang lain untuk melakukan pekerjaan rahasia? Emm sepertinya kau akan menjadi rekanku." Seorang pria --dari seluruh pengawal, hanya ia satu-satunya yang memiliki rambut panjang-- mendekati Najendra. Pria itu tersenyum ramah, rambutnya digerai seadanya, padahal para wanita sekalipun, semuanya menggelung rambut untuk memudahkan pekerjaan. 

"Oh, begitu." Najendra menyahut singkat. Ia tahu memang jika tidur terlambat dan bangun lebih awal itu sangat melelahkan, tapi dia sudah terbiasa dengan itu semua, pekerjaan sebagai polisi tak membuatnya dapat memiliki waktu banyak untuk istirahat. 

"Yang lain akan berada dekat dengan Eddie, kita harus memeriksa kendaraan." Pria itu melangkah mendahului Najendra setelah berbicara seperti itu.

"Aku tahu." Najendra mengekor di belakang. 

Lihat selengkapnya