Anyaman di Rambut Si Kribo

Ulva Idaryani Daulay
Chapter #27

Semangat yang Kuturunkan Padanya

BAGIAN V

WARISAN

BAB 27

Semangat yang Kuturunkan Padanya

Jika ada satu hal yang benar-benar ingin kuwariskan pada anakku, itu bukan harta, bukan rumah, bukan emas. Yang ingin kuturunkan padanya adalah semangat hidup semangat yang tumbuh dari luka, kerja keras, dan keberanian untuk tetap melangkah meski dunia sering terasa tidak adil. Sejak SMP, anakku sudah menunjukkan api kecil di dalam dirinya. Ia aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Voli dan karate menjadi dunianya. Setiap pulang sekolah, ia berlatih dengan tubuh yang sudah lelah oleh pelajaran, tetapi matanya tetap menyala.

Aku dan ayahnya mendukung sepenuh hati.

Ayahnya sering mengantarnya latihan, menunggu di pinggir lapangan tanpa banyak bicara. Kadang ia hanya duduk, kadang berdiri sambil mengawasi. Itu caranya menunjukkan cinta. Aku menyiapkan apa pun yang bisa kusediakan bekal sederhana, doa, dan keyakinan bahwa anakku mampu.

Aku bangga melihatnya.

Sangat bangga.

Namun aku juga tahu, di balik semangatnya, anakku menyimpan rasa kurang percaya diri. Ia sering membandingkan dirinya dengan anak-anak lain. Ia merasa tidak secantik remaja-remaja di luar sana. Tubuhnya genduk, kulitnya hitam, dan badannya pendek. Dunia sering membuat standar kecantikan yang kejam, dan anakku merasakannya terlalu dini.

Lihat selengkapnya