Testimoni Pembaca
1. Novia Silvana
Kak, aku gak pande ngasih review atau testimoni. Tapi secara keseluruhan setelah ku baca novel akak, rasanya kek kisah hidup yang dikemas dengan hati2 dan di sampaikan dengan baik ke pembaca menurut ku. Gak ada kesan menggurui, penyampaiannya gak berlebihan, dan gaya bahasanya tu menurutku santai dan membuat kesan ceritanya kek nyata dan menyentuh ke aku pribadi. Aku paham betul perasaan, emosi, dan semua emosi yang kk mau sampaikan lewat novel ini.
Cerita kak ul pasti related dengan kehidupan banyak orang yang sedang berusaha mengukir masa depan yang lebih baik. Tentang hidup yang tidak selalu baik, tentang masa kecil yang keras, tentang bertahan tanpa banyak pilihan. Saat membaca bagian tentang rambut kribo, anyaman tikar, dan rumah yang hampir roboh, aku merasa itu tu kek bukan sekadar cerita, tapi potongan hidup yang benar-benar dijalani. Yang paling aku suka, kak ul gak mencoba membuat tokohnya terlihat sempurna. Justru dari ketidaksempurnaan itu, ceritanya terasa hidup kali. Ada marah, ada lelah, ada kecewa, tapi juga ada harapan kecil yang terus dijaga. Yang menurut ku bisa bikin hati ikut diam, ikut mikir, bahkan kadang ikut sesak.
Buatku, novel akak ini bukan cuma cerita, tapi pengingat. Bahwa banyak orang tumbuh dalam sunyi, tetap berjuang tanpa sorotan, dan itu tidak membuat mereka lebih rendah. Karya kak ul mengajarkan tentang menerima diri sendiri dan menghargai proses hidup, sekecil apa pun itu. Sebagai teman, aku bangga kak ul berani membagikan cerita ini. Semoga buku ini bisa sampai ke banyak hati, terutama mereka yang pernah merasa kecil, diremehkan, atau berjalan sendirian dalam hidup. Pokoknya semua orang wajib bacaaaa, makasih udah ngasih kesempatan aku untuk membaca karya akak ya❤️❤️❤️