Ardhan yang bingung tidak mau mengambil gelas kopi itu dia hanya menatap Nadin dengan amarah nya. “Perempuan ini terbuat dari apa.” Gumam Ardhan dalam hati.
Nadin hanya tersenyum.” Ngak apa-apa kopi yang tadi ngak enak ya? Ini aku gantiin.” Ucap Nadin dengan tangan nya yang mulai kambuh lagi akibat dingin. Dengan cepat dia meraih tangan Ardhan agar gelas kopi itu cepat berpindah. Karena Nadin sudah mulai tidak tahan dengan sakit nya sekarang. Nadin lalu bergegas kebelakang cafe nya untuk menenangkan tangannya yang membiru akibat dingin.
Ardhan hanya bingung melihat tingkah Nadin .” Gadis ini kenapa!.” Katanya lagi di dalam hati. Lalu dia juga pergi saat Nadin sudah hilang dari pandangannya
Dia lalu mebersihkan dirinya dari guyuran kopi yang membasahi tubuhnya itu. Suasana cafe mulai sepi karena sudah menjelang pukul 21.00. Nadin yang merasa cukup lelah karena drama hari ini dan cafe yang cukup ramai. Tidak lupa dia diantar oleh sahabatnya Kayla ke rumah sakit ,karena sekarang tubuhnya benar-benar drop dikarenakan sudah dua kali dia terguyur basah dan belum mau untuk perawatan intensif di rumah sakit.
Tapi untuk hari ini tidak ada pilihan. “Nadin, hari ini gue ngak akan biarin lo untuk pulang lagi,kejadian ini udah dua kali ,kali ini lo harus di rawat.” Ngomel Kayla yang merupakan dokter sekaligus sahabat Nadin. Kayla heran apa yang Nadin lihat dari laki laki bernama Ardhan itu.
Dengan lemas dan pucat Nadin berkata “gue ngak tau juga apa yang gue lihat,tapi dengan adanya Ardhan aku merasa ada semangat hidup kay, cafe heaven benar-benar seperti artinya.” Dengan senyum tipis yang tergambar di wajah nya dengan sedikit mata tertutup karena Nadin sudah sangat lemas. Keadaan orang lupus memang seperti ini,ngomong nya seperti ngelantur dan setengah sadar.
Sudah seminggu sejak kejadian di cafe itu, Ardhan tidak pernah melihat Nadin di cafe nya atau kopi di atas meja nya. Cafe nya hari ini ramai dan hanya di tangani oleh barista lain yang merupakan pegawai Nadin.
Ardhan merasa ada yang kurang dari hari-hari nya belakangan ini, tapi tidak tahu apa. Ardhan mulai memikirkan tindakannya yang sangat kasar terhadap Nadin, tapi dia mengelak pemikiran itu menurutnya perempuan itu wajar mendapatkannya karena dia tidak punya rasa apapun terhadapnya dia tidak mau masa lalunya terulang kembali.
10 tahun silam Ardhan mengejar-ngejar perempuan bisa dibilang dulunya sifat Ardhan adalah Nadin, tetapi ternyata perempuan itu hanya memanfaatkannya dan tidak cinta sama sekali terhdapat Ardhan, padahal Ardhan sudah banyak mengorbankan semuanya hanya untuk perempuan itu.