Nadin dengan kondisinya saat ini harus banyak istirahat. Tapi dengan keteguhannya dia ingin mewujudkan hal mustahil bagi nadin. “Oke, kalau aku berhasil kamu harus jadi pacar aku.” Senyumnya lalu beranjak dari hadapan Ardhan.
Kayla yang datang karena seperti biasa jam 21.00 cafe akan tutup, dia selalu memastikan sahabatnya itu tepat waktu minum obat dan sehat sehat saja, tapi kali ini ia heran kenapa cafe belum tutup barista dan waiters dari cafe heaven juga sudah pulang karena waktu kerja mereka sudah selesai.
“Hari ini aku ngak akan tutup sebelum Ardhan keluar dari kantornya.” Ucapn Nadin yang sumringah. Sedangkan Kayla sangat khawatir akan hal itu. Walaupun dia semangat tapi itu tidak membantu tubuhnya bertahan lama.
Waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari Ardhan baru saja keluar dari kantor nya dan ya dia mendapatkan cafe heaven masih begitu terang ada beberapa pelanggan yang dilayani oleh Nadin dengan wajahnya yang sudah cukup pucat itu, Nadin tidak ingin Kayla membantunya.
Sehingga Kayla hanya menunggu nya dari salah satu meja yang ada di cafe itu. Melihat Ardhan keluar dari kantor, Nadin sangat senang karena dia sudah berhasil dan bisa menjadi pacar Ardhan.
Ardhan yang melihat ke arah Nadin dari jauh ada sedikit rasa sedih dan amarah dalam dirinya “kenapa dia mau aja nurutin saya, padahal saya tidak serius dengan perakataan tadi.” Sambil lalu masuk ke mobilnya dan pulang tanpa mendatangi Nadin terlebih dahulu.
Tapi Nadin begitu saja sudah sangat senang. Dan yah Nadin ambruk total. Kayla yang melihatnya langsung menelpon ambulance untuk membawa Nadin ke rumah sakit karena kali ini Nadin harus di tangani terlebih dahulu.
Dari mobil Ardhan melihat ada ambulance yang mengarah kekantornya, dia heran karena disekitar jalan itu hanya ada kantor dan cafe milik Nadin. dia memutuskan untuk memutar balik kembali ke kantornya.
Dari jauh hatinya sangat sakit melihat seseorang yang dibawa masuk ke ambulance ternyata “Nadin.” Ucapnya untuk pertama kali dia menyebut Nadin dari mulutnya itu. Walaupun dia melihatnya dari jauh. Ada rasa bersalah dalam dirinya.